Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Kawal sidang Ahmad Dhani, LPI tuding wartawan “komunis”
Suasana memanas usai sidang Ahmad Dhani di Pengadilan Negeri Surabaya (rofik)
HEADLINE

Kawal sidang Ahmad Dhani, LPI tuding wartawan “komunis” 

LENSAINDONESIA.COM: Puluhan anggota Laskar Pembela Islam (LPI) yang mengawal sidang Ahmad Dhani Prasetyo di Pengadilan Negeri Surabaya, Selasa (12/2/2019), bersikap arogan terhadap awak media yang melakukan peliputan.

Hal tersebut terjadi seusai sidang, saat terdakwa Ahmad Dhani menuju mobil tahanan. Media yang berusaha melakukan wawancara, dihalangi anggota LPI dan sempat terjadi saling dorong hingga hampir melakukan pemukulan terhadap wartawan.

Pantauan Lensa Indonesia di lokasi, selain berusaha memprovokasi dengan terus mendorong wartawan, anggota LPI ini berteriak kalimat “Takbir” lalu disusul tangannya menunjuk, wartawan Metrotv News, Saikul Hadi, dengan sebutan komunis. “Komunis, komunis…!!!” teriaknya untuk memancing keributan.

Sedangkan Saikul Hadi yang merasa kaget karena mendadak ada anggota LPI berteriak “Takbir” tepat di telinganya mengaku tak pernah melarang teriakan Takbir. “Saya kaget, malah dibilang melarang orang takbir,” ungkapnya.

Mengetahui hal itu, sejumlah wartawan sedikit terpancing dan balas mendorong sehingga nyaris terjadi baku hantam, untung pihak keamanan berhasil melerai.

Perlu diketahui, Ahmad Dhani menjalani sidang kedua di Pengadilan Negeri Surabaya dengan agenda eksepsi. Dalam eksepsi tersebut terdapat 5 poin keberatan. Di antaranya terdapat kekeliruan dalam pencantuman tempat. JPU salah menerapkan pasal dakwaan, delik aduan seharusnya dilaporkan oleh korban, surat dakwaan tidak mencantumkan tanggal dakwaan dan surat dakwaan dirasa kabur.

Sebelumnya dalam kasus ini, pentolan group band Dewa 19 ini dijerat Pasal 28 Ayat (2) Jo 45A ayat (2) dan atau 27 Ayat (3) serta Pasal 45 ayat (3) Undang undang Nomor 19 Tahun 2016 UU ITE dengan ancaman hukuman minimum 6 tahun penjara.

Seperti diketahui, Ahmad Dhani resmi ditetapkan tersangka oleh Polda Jawa Timur. Penetapan tesangka itu terkait dengan ucapan “idiot” yang dilontarkan istri Mulan Jameela itu kepada warga Jawa Timur yang menolaknya dalam kampanye #2019GantiPresiden. @rofik

Baca Juga:  Wali Kota Malang berharap Lansia wariskan budi pekerti pada generasi muda¬†