Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Disdukcapil Kota Bekasi akan siapkan 130 ribu KIA penuhi kebutuhan warga
Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bekasi. (foto: istimewa)
JABODETABEK

Disdukcapil Kota Bekasi akan siapkan 130 ribu KIA penuhi kebutuhan warga 

LENSAINDONESIA.COM: Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bekasi mengatakan dalam tahun 2019 ini Pemerintah Kota Bekasi menyiapkan 130 ribu keping blangko Kartu Identitas Anak (KIA). Langkah itu dilakukan sebagai upaya pemenuhan permintaan masyarakat yang begitu banyak membutuhkan KIA untuk persiapan anak masuk sekolah.

Menurut Kepala Disdukcapil Kota Bekasi Taufik. R. Hidayat, hal ini dilakukan untuk mengantisipasi masyarakat yang begitu antusias mengurus KIA terutama jelang ajaran baru masuk sekolah. Sehingga di kantor kecamatan terlihat penuhnya antrian warga sejak pagi hari memenuhi kantor kecamatan.

“Saya sudah menyiapkan mekanisme, ke depan tidak perlu warga berbondong-bondong datang karena sudah disiapkan melalui Simpaduk online dan para petugas Pamor yg ada di masing-masing RW,” ujar Taufik, Bekasi, Rabu (13/2/2019).

Namun di lapangan warga mengeluhkan terbatasnya blanko KIA sehingga mereka kecewa lantaran merasa tidak mendapatkan pelayanan dari petugas.

Menanggapi hal ini, Kadisdukcapil mengaku justru yang saat ini tengah dilakukan pihaknya adalah mengantisipasi keresahan warga yang seakan-akan anak tidak sah jika tidak memiliki KIA sehingga semua ingin dilayani diawal.

“Maka kami sampaikan bahwa KIA belum menjadi syarat wajib masuk sekolah di tahun 2019. Sambil Kita menyiapkan 130 ribu blangko di tahun ini untuk mempersiapkan anak yang akan masuk sekolah di tahun selanjutnya,” beber Taufik.

Kata Taufik, pada intinya Disdukcapil selalu memberikan pelayanan kependudukan bagi warganya semaksimal mungkin. “Pelayanan KIA serta kependudukan lainnya tidak ada yang ingin mempersulit oleh karenanya ke depan keberlanjutan program akan kita tingkatkan. Nanti fungsi petugas Pamor yang akan dimaksimalkan untuk menjemput pelayanan di Wilayah RW langsung dengan mengantar hasilnya,” jelasnya.

Bentuk pelayanan tersebut, kata Taufik, dimonitor oleh lurah dan camat sebagai pengendali program pelayanan maka hanya warga yang akan rekam KTP El saja yang datang ke Kecamatan sisanya silahkan gunakan fasilitas Simpaduk online dan Petugas Pamor.

“Semoga warga bisa mengakses seluruh berita dari temen – temen media agar jelas bahwa KIA akan dipersiapkan perbaikan layanan dan belum menjadi syarat wajib masuk sekolah di tahun 2019. Dan secara bertahap kita penuhi terlebih dahulu pelayanan KIA untuk warga yang anaknya akan masuk sekolah disesuaikan dengan jumlah penyediaan blangko yang direncanakan 2019 sejumlah 130 ribu keping.

Menanggapi soal proses pembuatan KIA di Kota Bekasi yang belum semua bisa terlayani, Taufik mengaku semua berjalan sesuai mekanisme dan berprinsip sesuai amanat peraturan, maka KIA akan menjadi identitas untuk anak-anak di Indonesia termasuk di Kota Bekasi. Hal ini diberlakukan secara bertahap sehingga terprogram dan berkelanjutan tidak malah menyulitkan masyarakat.

Kadisdukcapil pun menegaskan proses penyediaan blangko secara berkelanjutan tetap dilakukan. “Makanya ke depan itu semua anak akan terlayani secara bertahap,”jelasnya.

Lanjut Taufik menjelaskan, proses pembuatan KIA tidak bisa selesai dalam waktu cepat. Semua proses tidak layaknya seperti sangkuriang yang selesai dalam semalam.

“Ada proses dan tahapan dan saat ini sudah 40 ribu KIA tercetak,” pungkasnya.@Sofie