Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh masyarakat Jawa Timur untuk ikut bersama-sama membangun Jatim agar lebih sejahtera dan maju.

Hal itu ia sampaikan saat Orasi Politik dihadapan ribuan masyarakat di Tugu Pahlawan Surabaya, Kamis (14/02/2019).

“Saya dan Mas Emil setuju bahwa kita semua adalah sedulur dan punya tugas memakmurkan rakyat Jawa Timur. Mari berjuang bersama-sama dengan njenengan (anda, red) semua menjadikan Jawa Timur lebih maju dan sejahtera,” katanya.

Tak hanya itu, gubernur perempuan pertama di Jatim ini mengaku bakal merangkul lawan politiknya hingga parpol yang dulu berseberangan dengan parpol pengusungnya di Pilgub Jatim 2018 lalu.

Seperti Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Puti Guntur Soekarno yang telah menjalin silaturahim dengan dirinya. Bahkan, pihaknya juga siap menampung program kerja Gus Ipul-Mbak Puti untuk disatukan dalam Nawa Bhakti Satya.

“Atas izin beliau berdua, program kerja Gus Ipul dan Mbak Puti dalam pilgub Jatim kemarin kami akomodir masuk dalam program kerja Khofifah-Emil,” ujarnya.

Selain itu, partai politik pengusung kandidat yang saat itu bersebarangan jalan juga akan dirangkul. Menurut Khofifah setelah kompetisi berakhir, semua akan diajak membangun Jawa Timur. “Tidak ada lagi istilahnya partai pengusung, yang ada elemen demokrasi,” tegas Khofifah.

Lebih lanjut, pihaknya juga berkomitmen untuk segera merealisasikan sembilan program yang tercantum dalam Nawa Bhakti Satya.

Khofifah menambahkan program Nawa Bhakti Satya akan diringkas menjadi ‘CETAR’, merupakan singkatan dari Cepat, Efektif, Tanggap, Transparan dan Responsif.

“Cepat disini berarti ketika ada masalah pada rakyat, maka seluruh ASN, serta jajaran dinas yang ada di Pemprov Jatim harus cepat memberikan layanan. Kemudian efektif berarti penyelenggaraan pemerintahan di Jatim harus efektif dan efisien sehingga tidak ada pemborosan dan penyalahgunaan uang negara,” jelasnya.

Selanjutnya, tanggap berarti seluruh ASN di jajaran Pemprov Jatim harus tanggap terhadap kebutuhan rakyat. Kemudian transparan berarti segala bentuk pengeluaran anggaran Pemprov Jatim harus disampaikan kepada masyarakat secara rinci, baik jumlah maupun kegunaannya.

Sedangkan responsif yakni seluruh jajaran Pemprov Jatim harus memberikan respon cepat untuk percepatan, kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.

“Kami ingin para petani, nelayan, guru-guru, gojek, dan masyarakat semua mulia hidupnya, mulia keluarganya,” tukas mantan Menteri Sosial ini.

Sementara itu, Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak mengajak seluruh pihak untuk terus bergerak. Menurutnya pembangunan di Jatim tidak berhenti di satu titik saja, tapi harus terus bergerak, sehingga tantangan zaman yang ada harus dijawab oleh orang di zamannya sendiri.

Untuk itu, ia yakin Ibu Khofifah bukan hanya pemimpin untuk hari ini saja, tapi juga untuk waktu-waktu ke depan dan bukan hanya Jatim tapi juga Indonesia.

“Saya yakin Ibu Khofifah mampu menjadi nahkoda membawa provinsi ini menuju kemajuan yang kita idam-idamkan,” tutup mantan Bupati Trenggalek ini.

Dalam acara orasi politik, Khofifah dan Emil juga didampingi istri Emil, Arumi Bachsin disambut oleh ribuan masyarakat yang memadati Tugu Pahlawan. Di penghujung orasi politik, masyarakat disuguhi penampilan dari Penyanyi Band Kotak Tantri Syahlindri. Tantri juga sempat menyanyi lagu duet bersama Khofifah.@sarifa