Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Polres Jombang tetapkan 48 orang terkait kasus narkotika dan miras
Gelar perkara hasil Operasi Tumpas Semeru di Gedung Graha Bakti Bhayangkari Polres Jombang, Kamis (14/02/2019). FOTO: Obi-LICOM
HEADLINE JATIM RAYA

Polres Jombang tetapkan 48 orang terkait kasus narkotika dan miras 

LENSAINDONESIA.COM: Polres Jombang berhasil mengungkap 43 kasus narkotika dan minuman keras (miras) dalam 12 hari.

Dalam Operasi Tumpas Semeru yang digelar mulai 26 Januari hingga 6 Februari 2019 itu, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti.

Kasat ResNarkoba Polres Jombang AKP Moch Mukid menyampaikan, dalam operasi itu pihaknya, melakukan berbagai strategi langkah pengejaran dan pengungkapan terhadap para pelaku dan bandar narkoba sesuai petunjuk Kapolres Jombang.

Hasilnya, petugas berhasil mengamankan Sabu – Sabu seberat 9,95 Gram, Pil Dobel L (pil koplo) sebanyak 25.994 butir, 121 botol miras dengan isi 14,5 liter, uang tunai Rp 3.225.000, Hp 32 unit, dan 1 timbangan elektrik.

“Dari 43 kasus yang berhasil kita ungkap itu, kita telah menetapkan 48 orang menjadi tersangka,” beber Mukid kepada lensaindonesia.com gelar perkara di Gedung Graha Bakti Bhayangkari Polres Jombang, Kamis (14/02/2019).

Mukid mengatakan, bahwa peredaran pil koplo di kabupaten Jombang menyasar para pemuda dan pelajar.

“Saat ini tersangka beserta barang bukti sudah diamankan guna penyidikan lebih lanjut. Kasus peredaran Pil dobel L ini lebih mendominasi dengan sasaran objek pemakai generasi muda. Untuk itu, kita akan terus tingkatkan pemberantasan ini, karena narkoba merusak generasi muda bangsa,” tandasnya.

Para tersangka ini dikenakan dan dijerat dengan pasal 196 UU RI No 36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman hukuman 12 tahun kurungan penjara.@Obi

Baca Juga:  Presiden perintahkan buka ruang investasi industri substitusi impor, tekan defisit