Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Staf Kelurahan Krembangan Utara dianiaya Ketua RT pendukung salah satu Caleg
Staf Keluarahan Krembangan Utara ditempeleng Ketua RT 06 Ahmad Damuji
HEADLINE

Staf Kelurahan Krembangan Utara dianiaya Ketua RT pendukung salah satu Caleg 

LENSAINDONESIA.COM: Sebuah video mendadak viral di Surabaya hari ini, Jumat (15/2/2019). Dalam video itu, seseorang yang mengaku tim sukses salah satu caleg nampak menampar dan beberapa kali melakukan tindak kekerasan terhadap Rianda Harendino (44), salah satu staf Kelurahan Krembangan Utara.

Lensa Indonesia yang mencari informasi tentang kronologis serta lokasi kejadian mendapat kabar bahwa peristiwa ini terjadi pada Rabu (13/2/2019). Kejadian dipicu saat Rianda melihat yang melakukan monitoring di wilayah Jl Kebalen Wetan, melihat APK (Alat Peraga Kampanye) salah satu Caleg DPRD Surabaya dalam Pemilu 2019, yang terlepas pengaitnya sehingga mengganggu pengguna jalan.

Bersama Satpol PP Kelurahan Krembangan Utara, Rianda lalu melepas spanduk tersebut agar tidak mengganggu pengguna jalan dan menyebabkan korban. Selanjutnya dia balik ke kantor.

Namun sesampainya di Kelurahan, ternyata sudah ada Ahmad Damuji, warga Jl Kebalen Wetan VI/6, sekaligus Ketua RT 006/RW 007 Kelurahan Krembangan Utara.

Datang dengan hanya mengenakan kaos hijau dan sarung, tanpa alas kaki, Ahmad Damuji mendamprat habis-habisan Riandra. Tak hanya itu, dia juga beberapa kali menampar staf kelurahan tersebut tanpa mau mendengar alasan maupun penjelasan dari korban.

Korban yang berusaha menjelaskan tentang aturan pemasangan spanduk dan poster Caleg DPRD Surabaya itu, ditampar, kerah bajunya dicengkeram dan tubuhnya didorong-dorong. Parahnya, meskipun tahu aksi ini direkam banyak orang, pelaku bukannya takut, malah makin menjadi.

Seorang ibu yang berusaha meredam emosi pelaku juga kena bentakan. “Meneng (Diam)!!!. Saya ini sudah gak bisa sabar Bu,” cetusnya dengan nada tinggi.

Beberapa kali pelaku juga menyebut korban dengan makian kata-kata kotor. “Kamu itu orang baru di sini (Kelurahan Krembangan Utara). Harusnya sukseskan Pemilu, jangan malah cari-cari masalah. Caleg saya sudah habis banyak ini yaa, jangan kurang ajar!!!” bentak pelaku yang datang berboncengan dengan temannya menggunakan motor Honda PCX merah L 3868 CK ini.

Baca Juga:  Ini nama 26 atlet yang lolos ke final Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2019 di Surabaya

Kasatpol PP Irvan Widyanto yang dikonfirmasi Lensa Indonesia mengaku sudah mendapatkan video tersebut. Pihaknya kini sedang berkoordinasi dengan Polres Pelabuhan Tanjung Perak untuk melaporkan kasus ini. “Kami memutuskan untuk membuat laporan ke polisi. Dalam video itu terlihat jelas, staf kami dianiaya oleh pelaku,” terangnya, Jumat (15/2/2019).

Irvan menambahkan, berdasar keterangan yang dihimpunnya, staf Kelurahan Krembangan Utara dan Satpol PP sudah sesuai prosedur untuk menurunkan poster dan spanduk yang berada di fasilitas umum, pepohonan maupun tiang listrik.

“Itu sudah ada aturannya. Sesuai aturan PKPU (Peraturan Komisi Pemilihan Umum), spanduk maupun poster tak boleh ada di pohon, tiang listrik dan fasilitas umum lainnya karena dikhawatirkan mengganggu. Apalagi ini alat pengaitnya terlepas sehingga APK menggantung di tengah jalan. Jadi kami sudah sesuai prosedur dalam kasus ini,” pungkasnya. @LI-15