Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Terdakwa penggelapan uang Rinaldo Daniel Pranata terbukti beri keterangan palsu di persidangan
Terdakwa penggelapan uang Rinaldo Daniel Pranata (rompi merah) saat dihadirkan dalam sidang di Pengadilan Negeri Surabaya, Selasa (19/02/2019). FOTO: rofik-LICOM
HEADLINE DEMOKRASI

Terdakwa penggelapan uang Rinaldo Daniel Pranata terbukti beri keterangan palsu di persidangan 

LENSAINDONESIA.COM: Sidang penggelapan uang sebesar 62.000 Dolar Amerika Serikat (USD) dan 8.000 Dolar Singapura (SGD), dengan terdakwa Rinaldo Daniel Pranata, kembali digelar di Pengadilan Negeri Surabaya, Selasa (19/02/2019).

Sidang kali ini mengagendakan keterangan saksi Purbalisan (penyidik) dari Unit Jatanras Sat Reskrim Polrestabes Surabaya.

Dihadirkannya saksi Purbalisan ini merupakan perintah Ketua majelis Hakim Jihad Akranuddin. Sebab, pada sidang sebelumnya, terdakwa dalam keterangannya mengaku dipaksa penyidik untuk memberikan pengakuan atas uang 50.000 USD yang diserahkan kepada Lani Prayogo (ibu terdakwa).

Hendra, penyidik Unit Jatanras selaku saksi Purbalisan dalam keterangannya menyatakan, bahwa dalam penyidikan terhadap terdakwa tidak pernah dilakukan intimidasi ataupun paksaan sebagaimana diungkapakan terdakwa dalam sidang sebelumnya.

“Dalam.penyidikan kami tidak pernah melakukan pemaksaan ataupun ancaman serta intimidasi agar terdakwa mengakui perbuatannya. Bahkan, pengakuan terdakwa dilakukan dihadapan ibunya,” terang Hendra.

Saksi juga menjelaskan, sebelum dilakukan penyidikan, terdakwa sudah mengkui bahwa uang 50.000 USD tersebut diberikan kepada ibunya (Lani Prayogo). Penyerahan dilakukan di toilet SPBU di daerah Badung, Bali.

“Saat ditangkap, terdakwa sudah mengakui kalau uang itu diserahkan kepada ibunya. Bahkan terdakwa juga meminta agar ibunya mengembalikan uang tersebut saat di kantor, namun tidak diakui,” tambahnya.

Sementara terdakwa Rinaldo saat ditanya ketua Majelis Hakim Jihad Akranuddin tentang bentuk tekanan yang dilakukan penyidik ia hanya diam.

“Kemarin kamu katanya dipaksa sama penyidik? Bentuk paksaannya seperti apa?” tanya hakim yang dijawab Rinaldo “Kepala saya dikasih plastik.”

Diakhir kesaksiannya, Hendra menjelaskan bahwa terdakwa dalam BAP (Berita Acara Pemeriksaan) poin ke 30 menyatakan bahwa dirinya mengaku memberikan keterangan secara sadar tanpa ada paksaan dari pihak lain. “Lalu pada poin 32, terdakwa menyatakan mempertanggung jawabkan keterangannya didepan hukum,” pungkasnya.

Baca Juga:  Antisipasi banjir kiriman, Komisi C ingatkan Pemkot Surabaya soal tanggul Kali Lamong yang jebol

Hakim Jihad Akranudin yang melihat gelagat terdakwa berbohong langsung menganmcam akan memperberat hukuman. “Saudara pikir dengan berbohong akan memperingan human, ini bisa memperberat hukuman saudara. Ingat itu,” tegas hakim.

Pada sidang sebelumnya dalam keterangan meringankan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Maryani Melindawati dari Kejaksaan Negeri Surabaya mengahdirkan kedua orang tua terdakwa yakni Lani Prayogo dan Roy Pranata.

Dalam kesaksiannya, saksi mengaku tidak pernah menerima uang 50.000 USD sebagai mana ada dalam BAP Rinaldo.

Bahkan terdakwa mengaku dipaksa oleh penyidik untuk mengakui hal tersebut, sehingga Majelis Hakim memerintahkan JPU Menghadirkan saksi Purbalisan untuk dilakukan konfrontir.

Diketahui, terdakwa melakukan penggelapan saat dirinya diminta menyetorkan uang 62.000 USD dan 8.000 SGD ke MayBank cabang PTC Surabaya pada, Jumat 19 Nopember 2018 lalu. Saat terdakwa secara tidak menyetorkan uang tersebut, justru ia membawanya lari dan bersembunyi di Badung, Bali.@rofik