Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Cetak 10.000 petugas memandikan jenazah, ini satu-satunya ‘ide gila’ Caleg Pemilu 2019 dari Nasdem
HEADLINE

Cetak 10.000 petugas memandikan jenazah, ini satu-satunya ‘ide gila’ Caleg Pemilu 2019 dari Nasdem 

LENSAINDONESIA.COM: Pemilihan legislatif (Pileg) 17 April mendatang, semakin dekat. Berbagai program kerja para calon legislatif (Caleg) saling dengungkan seolah lomba meraih simpati masyarakat untuk memilih jadi wakil rakyatnya di tingkat pusat, propinsi, atau pun di kota dan kabupaten.

Persaingan dan adu program pun semakin terlihat siapa yang unggul dan yang tidak. Berbagai persoalan di dalam masyarakat diangkat dengan janji untuk dicarikan solusi. Prinsipnya, para Caleg menawarkan program kerja yang memikat perhatian, sekaligus strategis menarik suara masyarakat pemilih untuk mencoblos caleg tersebut di Pemilu 2019.

Aji Ali Sabana, Caleg DPRD Kota Bekasi dari Nasdem dengan nomor urut 1 ini menawarkan ‘ide gila’ kepada masyarakat. Dirinya yang mencalonkan untuk daerah pilihan Bekasi Timur dan Selatan ini menyiapkan program unik dan nyeleneh jauh – jauh hari. Program yang dijadikan unggulannya itu pun diyakini sebagai program genuine karena satu – satunya Caleg secara nasional yang memiliki program ini.

Apa programnya? Pelatihan 10 ribu petugas pelayanan jenazah untuk diberi keahlian bagaimana memandikan jenazah yang benar bagi umat muslim.

Rupanya, respon dan antusias warga benar tinggi. Warga tertarik untuk ikut pelatihan memandikan jenazah ini. Aji mengakui, masyarakat baru menyadari pentingnya ilmu memandikan jenazah, terutama jika musibah kematian terjadi di lingkungan
keluarga kita sendiri.

“Kematian adalah hal yang pasti terjadi, siapa saja tak bisa lari dari kematian, waktunya bisa kapan saja. Kita pun tidak tahu. Tapi, kondisi ini terjadi di lingkungan kita. Kenapa? karena kita terutama umat muslim justru tidak tahu dan tak paham bagaimana cara memandikan jenazah,” ungkap Aji Sabana, hari ini (20/2/2019).

Padahal, tugas memandikan jenazah perbuatan yang amat mulia dan hukumnya fardhu kifayah. “Jika petugas atau orang yang ahlinya sedang berhalangan datang, maka kita tak perlu menunggu.Kita bisa menolong keluarga dan orang lain yang membutuhkan keahlian kita, ” jelasnya.

Baca Juga:  Mahasiswa Undip lahirkan “Robot Nusantara”, heboh di ajang “Penemuan Robot International” di Seoul

Aji berharap program memandikan jenazah ini bisa berlanjut dan disahkan menjadi sebuah badan atau lembaga negara yang mengelola layanan memfokuskan pemulasaran jenazah (dari memandikan hingga menguburkan) untuk umat Islam secara gratis. Terutama bagi fakir miskin (penerima manfaat). Padahal, Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Sehat berbasis NIK Pemerintah sudah meluncurkannya.

“Kenapa Kartu Layanan Jenazah Indonesia belum memiliki, Nah, ini bisa menjadi terobosan pemerintah untuk mengeluarkan Kartu Layanan Jenazah nantinya, ” ucap Aji Optimis.

“Saya berharap ide saya ini nanti jika saya terpilih menjadi wakil rakyat, saya akan ajukan dan dorong ke pemerintahan agar dibuatkan sebuah lembaga atau badan yang khusus memberikan pelayanan jenazah yang dibawah naungan Kementerian Agama, ” ucapnya berharap.

Selain itu, Aji juga mengajak warga untuk saling tolong menolong terhadap orang yang sedang berduka atas kematian keluarga dan saudaranya, tanpa harus menunggu orang yang ahli dalam memandikan jenazah. Karena itu program ini njadi program andalan Aji di Pileg 2019 ini.

Aji mengaku, memberikan pelatihan bagi warga tentang pemulasaran jenazah menjadi ladang amal buat dirinya. Bukan hanya sekedar di momen pemilihan legislative, tetapi Ia berharap ilmu yang dibagikan ini memberikan manfaat yang jauh lebih penting.

Aji Ali Sabana berharap setiap keluarga minimal ada dua anggotanya, laki – laki dan perempuan yang dilatih untuk bisa memandikan jenazah. Syarat pertama mampu memiliki mental berani dan memiliki mental yang bersih.

“Harus bermental tidak boleh takut dengan fisik jenazah, bersih itu artinya ia tidak boleh mengungkap aib jenazah tersebut kepada siapa pun. Peristiwa yang terjadi saat layanan jenazah cukup sampai di kita, tidak boleh menceritakan kepada orang lain,” pungkasnya. @sofie

Baca Juga:  Fintech Exhibition 2019 di Surabaya ini targetkan 10 ribu pengunjung

foto:
Ilustrasi pelatihan memandikan jenazah. @dok.istimewa