Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parwansa bertekat menjadikan Jatim lebih sejahtera dan makmur.

Konsep untuk membangun lebih sejahtera dan makmur tersebut ia bernama ‘CETAR’ yang merupakan akronim dari Cepat Efektif Efisien Tanggap Transparan dan Responsif.

Program yang akan digalakkan dalam 99 hari ini dipaparkan Khofifah pada sejumlah pimpinan media.

Disampaikan Khofifah C berarti cepat. Jad bila ada masalah yang dihadapi oleh rakyat, maka seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), dinas-dinas yang ada di Pemprov Jatim harus cepat memberikan layanan.

Kemudian E adalah efektif. Tujuannya agar pemerintahan bisa berjalan efektif dan efisien. T adalah tanggap dan transparansi. Yang dimaksudkan agar ASN di dalam jajaran Pemprov Jatim tanggap terhadap kebutuhan rakyatnya. Transparansi adalah bagian yang ingin disampaikan kepada rakyat Jatim.

Selanjutnya, R adalah responsif. Yang memiliki makna, jajaran Pemprov Jatim bisa memberikan respon cepat terhadap layanan-layanan yang harus dilakukan untuk percepatan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat.

“CETAR merupakan perasan dari program Nawa Bakti Satya,” kata Khofifah pada pimpinan media yang hadir di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (19/02/2019). .

Dalam dialog dengan pimpinan media tersebut, Khofifah juga menceritakan pengalamannya mengecek kondisi sungai brantas yang penuh dengan sampah popok yang susah untuk dibersihkan.

“Data BPS mengatakan konsumsi popok Jawa Timur sebanyak 2,2 juta. Nah 1,2 juta dari jumlah itu sampahnya dibuang masyarakat ke sungai, ini dampaknya kompleks,” terang Khofifah pada pimpinan media yang hadir.

Menurut Khofifah salah satu dampak negatif adri tercemarnya sungai brantas adalah rusaknya habitat ikan. Dampak tersebut sudah terlihat dari adanya empat kali ikan mati massal dan ditemukannya ikan intersex atau dua kelamin.

“Dari temuan yang didapat, setelah ikan dibedah ikan itu intersex, artinya berkelamin ganda, itu kalau dikonsumsi kan tidak sehat,” jelas Khofifah.

Dalam 99 hari kerja ke depan, Khofifah menarget bahwa 99 jembatan sungai di Jatim akan bebas dari pembuangan sampah popok. Termasuk salah satunya jembatan Karang Pilang dengan memasang CCTV di jembatan itu.

“Saya minta Kominfo untuk segera pasang CCTV di jembatan Karang Pilang, tidak hanya CCTV, tapi juga dilengkapi dengan pengeras suara yang terkoneksi,” pinta Khofifah.

Salah satu pimpinan media menyambut baik pandangan Program Cetar tersebut. Salah satunya adalah Pimred Jawa Pos Abdul Rokhim. Ia mengungkapkan akan mendukung program Cetar yang digagas hubernur perempuan pertama di Jawa Timur ini.

“Saya mewakili temen-temen media cetak akan mendukung program-program ibu,” terang Rokhim.

Sementara itu, CEO lensaindonesia.com Arief Rahman mengatakan, Khofifah memiliki ‘kesamaan’karakter dengan program CETAR yang mulai diimplementasikan.

“Kita lihat Gubernur Khofifah punya pola kepemimpinan yang cepat dan tepat untuk kharakteristik Jawa Timur sebagai barometer nasional di bidang ekonomi maupun sosial politik. Kita meyakini apa yang sudah dibangun Pakde Karwo, bisa lebih melejit lagi di bawah kepemimpinan Bu Khofifah,” kata Arief Rahman menanggapi kepemimpinan baru Jawa Timur era mantan Mensos RI itu.

“Indikator Cepat Efektif Efisien Tanggap Transparan dan Responsif (CETTAR) yang dicanangkan Gubernur Khofifah dalam menilai kinerja OPD, perlu didukung dan dimonitor,” tambah Arief Rahman.@sarifa