Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Mahfud MD sebut ada upaya mengganggu Pemilu 2019
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Prof. Mahfud MD bersama Alissa Wahid, Gus Hans Dr Siti Ruhaini Dzuhayatin menjadi pembicara dalam dialog sesi VII Gerakan Suluh Kebangsaan di Stasiun KA Jombang, Rabu (20/02/2019). FOTO: ob-LICOM
HEADLINE DEMOKRASI

Mahfud MD sebut ada upaya mengganggu Pemilu 2019 

LENSAINDONESIA.COM: Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Prof. Mahfud MD mengajak seluruh masyarakat membangun bangsa dan negara lebih kokoh demi kemajuan bersama. Hal itu disampaikan Mahfud dalam menyikapi situasi politik menjelang Pemilu 2019. Ditengarai ada pihak yang mengadu domba rakyat dan menganggu jalanya pesta demokrasi.

Padahal, kata Mahfud, tujuan pemilu itu memilih yang lebih baik dari yang ada. Sesudah itu, yang menang harus dihormati dan yang kalah harus dirangkul.

“Mereka menyeru, jangan ini, jangan itu, bahaya itu kafir, musuh kita dan macam-macam. Padahal, Pemilu itu memilih yang lebih baik dari yang ada, sesudah itu yang menang harus hormati dan yang kalah harus dirangkul,” tuturnya dalam kagiatan Gerakan Suluh Kebangsaan ‘Meneladani Nasionalisme Religius Ulama Hadratusy Syaikh KH Hasyim Asyari’, di Stasiun Kereta Api, Kabupaten Jombang, Jawa Timur Rabu (20/02/2019)..

Meski begitu, bangsawan asal Madura tersebut tidak merinci siapa pihak yang berupaya mengadu domba rakyat tersebut. Dia hanya mengatakan, dirinya keliling untuk melakukan dialog kebangsaan guna membangun persatuan dan kesatuan.

“Siapapun yang menang harus didukung bersama, sesudah pemilu lalu bekerja bersama untuk kemajuan di indonesia dan kebersatuan ikatan kebangsaan kita dalam suatu situasi yang lebih kokoh lagi,” bebernya dalam dialog sesi VII itu.

Dialog Gerakan Suluh Kebangsaan ini juga dihadiri Alissa Wahid (putri Gus Dur), Zahrul Azhar Asumta (Gus Hans), serta Dr Siti Ruhaini Dzuhayatin yang juga didapuk sebagai pembicara.

Dialog Gerakan Suluh Kebangsaan ini didukung PT Kereta Api Indonesia (Persero). Bersama Gerakan Suluh Kebangsaan mengadakan Jelajah Kebangsaan dengan rute dari Merak ke Banyuwangi, 18-22 Februari 2019.

Kadaops 7 Madiun, Wisnu Pramudyo mengatakan, acara ini merupakan rangkaian dari Kegiatan Gerakan Suluh Kebangsaan yang bertujuan mengajak berbagai elemen masyarakat untuk membangun kesadaran berbangsa dan bernegara dalam rangka memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Baca Juga:  Bendera Indonesia berkibar di Festival Spanduk Dunia di Lyon Prancis

“Suluh kebangsaan sendiri ini untuk mempersatukan seluruh elemen bangsa. Maka dari itu, Kereta Api sendiri sebagai momentum mempersatukan pelayanan kepada pengguna jasa kereta api dari ujung ke ujung yang tetap memaksimalkan dan mengutamakan kenyamanan, serta keselamatan,” terangnya kepada sejumlah wartawan.@obi