Advertisement

LENSAINDONEAIA.COM: Sungguh tak terpuji tindakan oknum PNS atau Asn (Aparatur Sipil Negara) berinisial AH, yang bertugas di kantor Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

Pasalnya, AH diduga menipu seorang janda sebut saja Melati (32) asal Samarinda, Kalimantan Timur. Selain Melati ditipu secara finansial alias hartanya “dipotori”, janda muda itu juga mengaku dijerat asmara oleh AH hingga hamil.

Saudaranya Melati mengungkapkan, Melati menjadi korban tindakan penipuan berkedok asmara berlangsung hampir 2 tahun. Awalnya, AH untuk memikat Melati, ia mengaku belum berkeluarga. Padahal, PNS ini sejatinya sudah beristeri dan mempunyai anak.

Selama menjerat asmara Melati, AH sempat meyakinkan keluarga Melati, dengan mengajak Melati datang ke orang tua Melati di Samarinda. Mengaku berstatus bujang, AH meyakinkan keluarga Melati, bawa dirinya berniat serius untuk menikahi Melati.

Karena rayuan tipu-tipu maut AH yang berjanji akan menjadikan isteri, tak ayal Melati tak kuasa mengelak selama AH mengajak berhubungan asmara layaknya suami isteri sah. Tidak cuma itu, Melati juga selalu menuruti setiap AH membutuhkan materi dengan berbagai dalih,

Bahkan, asmara keduanya berjalan hingga dua tahun. Malahan, Melati sempat hamil. Namun, ia tak kuasa menolak ketika AH meminta agar kandungannya digugurkan dengan alasan AH belum siap untuk menikah.

“Setelah dua tahun berjalan dan Melati sudah banyak berkorban, akhirnya Melati minta pertanggungjawaban dari AH. Namun, AH selalu saja menghindar dengan berbagai alasan,” ungkap saudara Melati.

Belakangan, AH dikabarkan sempat menghilang dan tidak mau lagi menemui Melati. Melati yang kemudian tinggal di Samarinda sengaja datang ke Purwakarta, untuk meminta pertanggungjawaban AH. Tapi, PNS ini menghindar dengan pergi ke orang tuanya di daerah Banten.

Sementara itu, AH ketika diklarifikasi kantor LPSE tempatnya bekerja, dia mengakui kenal dan dekat dengan Melati. Tapi, dia mengelak tuduhan menghamili Melati dan melakukan sejumlah penipuan materi keuangan milik Melati.

“Saya tidak pernah menipunya, tidak pernah berhubungan suami isteri, apalagi menghamilinya. Kalau menyambangi ke Samarinda memang pernah, karena membalas kunjunganya ke Purwakarta,” kilah AH.

Walau begitu, AH mengakui pernah mengajak Melati bermain ke Bandung. Soal tuduhan menipu sejumlah uang, AH membantah. “Untuk masalah uang, itu hanya hutang dan sudah saya kembalikan. Saya ada bukti kwitansi pengembaliannya,” elak AH.

Sementara itu, Kepala Bagian Kantor LPSE, Agung saat dikonfirmasi malah memberi apresiasi yang dilakukan bawahannya, AH. “Sudahlah kita sama laki -laki, jangan dipermasalahkan terus. :Lagi pula mereka melakukan itu suka sama suka kok,” kata Agung.

Menurut Agung, karena ini masalah pribadi, tidak mungkin kantor ikut campur tangan menyelesaikan di kantor. “Ini masalah pribadi. Saya hanya berharap masalah cepat selesai agar tidak menimbulkan sakit hati yang berkepanjangan di antara mereka,” imbuhnya. @ron