Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
PJT I turunkan alat berat ini bantu bersihkan Kali Surabaya
Eskavator milik Perum Jasa Tirta (PJT) I dikerahkan membantu embersihkan sampah di Kali Surabaya. FOTO: Sarifa_LICOM
HEADLINE JATIM RAYA

PJT I turunkan alat berat ini bantu bersihkan Kali Surabaya 

LENSAINDONESIA.COM: Perum Jasa Tirta (PJT) I mendukung upaya Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa untuk membersihkan sampah di Kali Surabaya.

PJT I menurunkan eskavator ukuran 4 ton dengan menggunakan ponton yang dioperasikan untuk membersihkan sampah di Kali Surabaya wilayah Sepanjang Sidoarjo yang berbatasan dengan Karangpilang Surabaya.

Kepala Divisi Jasa ASA II PJT I Didik Ardianto mengatakan pengoperasionalan alat berat ini disesuaikan dengan kondisi kali. “Kami sudah mengoperasionalkan alat berat HCE (Hidrolic Crawler Excavator) dengan ponton. Kapasitasnya 4 ton karena menyesuaikan kondisi Kali Surabaya di mana ada jembatan, sehingga kami turunkan yang ukuran tidak terlalu besar,” jelas Didik pada LICOM, Rabu (20/02/2019).

Alat berat itu dioperasikan khusus untuk pembersihan sampah. “Kami operasikan HCE dengan ponton selama dua hari Senin hingga Selasa,” ungkap dia.

Dalam upaya pembersihan sampah di Kali Surabaya ini, pihaknya sempat mengalami kendala. “Yang menjadi kendala adalah adanya jembatan dengan tiang penyangga beton. Selain itu, masih banyaknya tali tambang perahu juga membatasi ruang gerak alat berat kami. Namun, dengan menggunakan eskavator ukuran 4 ton itu, maka kendala dapat diatasi,” ungkapnya.

Namun penggunaan alat berat, lanjut Didik, tidak hanya selesai dalam dua hari. PJT I juga menggunakan eskavator ukuran lebih besar yang dioperasikan di wilayah Gunungsari Surabaya.

Untuk memudahkan pengambilan sampah, pihaknya tetap mengandalkan trashboom (ponton penghalau sampah) yang terbentang di permukaan Kali Surabaya di bawah jembatal tol Gunungsari.

“Sampah yang terangkut di trashboom kami angkut dengan eskavator dan kami letakkan di spoilbank (bak penampungan) di bantaran sisi Jalan Karah,” imbuhnya.

Dari sampah dan sedimen yang terkumpul di spoilbank itu, sampah setiap dua hari sekali akan diangkut oleh truk sampah milik Pemkot Surabaya.

Baca Juga:  Hari ini, tim sepakbola Jatim hadapi Kalsel di kualifikasi Pra PON XX

Didik berharap dengan adanya upaya pembersihan sampah yang juga menjadi instruksi dari Gubernur Khofifah, masalah sampah di Kali Surabaya bisa segera teratasi.

“Kami berharap sampah yang kita angkuti bisa berkurang, karena sudah disiapkan dropbox (kotak sampah) di sekitar jembatan. Jadi masyarakat kami harapkan tidal lagi membuang sampah ke sungai,” tandasnya.

Seperti diketahui, Gubernur Jatim Khofifah menyisir langsung Kali Surabaya yang bermuara ke Sungai Brantas, Minggu (17/02/2019).

Ia menegaskan sungai menjadi tanggung jawab semua pihak, mulai pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, pihak swasta dan semua masyarakat di Jatim. Tanggung jawab tersebut menjadi milik bersama karena bagian dari hilir sedangkan hulunya berasal dari seluruh penjuru wilayah Jatim.

Harus ada komitmen baru untuk memastikan proses pembersihan secara terukur dan tidak terjadi penumpukan sampah. Dampak dari penumpukan sampah adalah terjadinya pendangkalan sungai, rusaknya habitat dan keragaman sungai.

Khofifah menekankan khusunya Sungai Brantas yang melintasi Kab. Mojokerto, Kab. Sidoarjo, Kab. Gresik dan Kota Surabaya.@sarifa