Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Jokowi: Jika ada yang ingin mengembalikan konsensi lahan besar yang dikusai, saya tunggu sekarang!
Capres nomor urut 01 Joko Widodo menghadiri acara Konvensi Rakyat di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Minggu (24/2/2019). Konvensi Rakyat itu mengangkat tema optimis Indonesia maju. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww.
HEADLINE DEMOKRASI

Jokowi: Jika ada yang ingin mengembalikan konsensi lahan besar yang dikusai, saya tunggu sekarang! 

LENSAINDONESIA.COM: Calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) menyinggung konsesi lahan yang dikuasi pemudal besar. Sindiran itu disampaikan Jokowi dalam pidato di acara Konvensi Rakyat di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Minggu malam (24/02/2019).

Awalnya, Jokowi memaparkan keberhasilan program pembagian sertifikat tanah untuk masyarakat kecil di sejumlah daerah selama kepemimpinannya. Jokowi kemudian menyinggung soal konsensi lahan yang dimiliki pengusaha besar.

“Jika ada yang ingin mengembalikan konsensi lahan besar ke negara,” kata Jokowi disambut teriakan pendukung ““Balikin..balikin.. balikin..”.

Jokowi kembali mengulang pernyataannya itu hingga ketiga kali.

“Jika ada yang ingin mengembalikan konsensi lahan besar yang dikusai, saya tunggu sekarang,” kata Jokowi yang kembali disambut teriakan pendukung.

Meski tidak menyebut secara langsung nama Prabowo, Jokowi menekankan dalam pidato itu, jika ada yang ingin mengembalikan konsensi lahan itu akan dikembalikan ke rakyat kecil.

“Saya akan kembalikan ke rakyat kecil. Karena masih banyak yang membutuhkan,” tegas Jokowi.

Sebelumnya, dalam Debat Capres Putaran Kedua 17 Februari 2019 lalu, Jokowi sempat menyinggung Prabowo yang disebut memiliki lahan seluas ratusan ribu hektar di Aceh dan Kalimantan Timur.

Menurut Jokowi, Prabowo punya lahan di Kalimantan Timur seluas 220.000 hektare dan di Aceh Tengah seluas 120.000 hektare.

Data tersebut diakui Prabowo. Namun, ia mengaku hanya memiliki hak guna usaha (HGU). Sementara tanah tersebut milik negara.@LI-13/mi

Baca Juga:  Kakek Bekasi 2/3 abad dituntut penjara 3,6 tahun, "dikambinghitamkan" tipu tanah sendiri