Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Polri: 64 korban pesawat Lion Air positif tidak bisa ditemukan
Jenazah korban pesawat Lion Air. FOTO: Istimewa
jakarta

Polri: 64 korban pesawat Lion Air positif tidak bisa ditemukan 

LENSAINDONESIA.COM: Sebanyak 64 dari 189 korban kecelakaan pesawat Lion Air PK-LQP JT 610 yang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat pada 29 Oktober 2018 lalu, positif tak bisa ditemukan lagi. 64 korban tersebut dinyatakan meninggal.

“Karena tidak ditemukan, jadi tidak teridentifikasi,” kata Komisaris Polisi Edy P, dokter Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (25/02/2019).

Menurut Edy, sebanyak 125 korban lainnya sudah teridentifikasi. Saat ini tim DVI Polri masih mengidentifikasi tujuh kilogram kantung jenazah yang tersisa di Rumah Sakit Polri. Itu, kata Edy, belum bisa dipastikan berapa korban yang ada di dalamnya.

“Masih ada. Kan tadi lagi di cek juga. Dan yang keluarganya masih menunggu tulang belulang yang tujuh kilo belum di umumkan,” ujar Edy.

Tim DVI sendiri sudah mengidentifikasi sebanyak 30 potongan tubuh korban Lion Air JT 610. Seluruhnya, kata Edy, langsung diserahkan kepada keluarga.

“Jadi total 30 body part sudah dibawa ke keluarganya, sisanya enam masih di sini tinggal diambil keluarganya, yang lain diserahkan kepada rumah sakit buat dimakamkan,” tutur Edy.

Setidaknya Tim DVI Polri perlu waktu identifikasi paling cepat selama 13 hari untuk satu korban. Identifikasi semakin sulit mengingat keutuhan potongan korban yang tersisa hanya sebagian kecil dari bagian tubuh manusia.

Untuk itu, lanjut Edy, kepolisian hanya bisa mengidentifikasi melakui DNA tulang dari potongan tubuh yang tersisa. Namun, lanjutnya, ada beberapa tulang yang tidak bisa di identifikasi.

“Kan enggak bisa kita kasih sekaligus, jadi dikumpulin dulu. Nah yang teridentifikasi sekarang ada yang enam body part atau tujuh, delapan,” ujar Edy.@LI-13/mc

Baca Juga:  XL Axiata terapkan donasi kuota di 196 Madrasah Aliyah di Jatim