LENSAINDONESIA.COM: Masa pemeriksaan Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Ma’arif telah berakhir. Sampai saat ini Slamet belum sekalipun memenuhi panggilan untul diperiksa sebagai tersangka meski Penyidik Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) dari Polres Surakarta diberi tenggat memeriksa hingga 21 Februari 2019lalu.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Agus Triatmaja mengatakan, penyidikan kasus pidana pemilu penanganannya tetap bisa berlanjut meski tersangka belum memenuhi panggilan.

Penyidik melakukan pemanggilan terakhir pada 18 Februari 2019 di Mapolda Jawa Tengah. Namun, saat itu kuasa hukum tersangka menyebut yang bersangkutan tidak hadir karena sakit.

Ia menyatakan, kasus yang menjerat Slamet Ma’arif sedang dalam pembahasan dan segera dilimpahkan Kejaksaan. “Tanpa pemeriksaan tersangka dalam Undang-undang Pemilu sudah bisa dilimpahkan ke kejaksaan,” kata Agus, Senin (25/02/2015).

Penetapan tersangka Slamet Ma’arif berdasarkan hasil pemeriksaan yang sudah dilakukan penyidik Gakkumdu Polresta Solo, Kamis 7 Februari 2019. Ia dijerat dengan pasal 492 dan 521 Undang-Undang nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu.

Slamet Ma’arif dilaporkan Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Ma’ruf Amin ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Solo. Setelah dilakukan pemeriksaan, Bawaslu menemukan adanya dugaan pelanggaran kampanye yang dilakukan Slamet saat menghadiri Tablig Akbar PA 212 di Solo, Minggu 13 Januari 2019 lalu.@LI-13