LENSAINDONESIA.COM: Amar Bank kucurkan dana Rp 1 triliun untuk masyarakat Indonesia melalui aplikasi digital besutannya bertitel Tunaiku.

Presiden Direktur Bank Amar, Tuk Yulianto mengatakan, susksesnya Amar Bank lewat Tunaiku untuk memenuhi pinjaman dengan kucuran dana lebih dari Rp 1 triliun untuk masyarakat, jelas dari hasil kerja keras segenap karyawan dan prestasi dari strategi yang akurat.

“Aplikasi Tunaiku dari Amar Bank kini jadi satu-satunya produk bank yang menawarkan layanan fintech (financial technology) untuk produk KTA digital dengan cicilan ringan. Bahkan, produk jenis ini mayoritas bukan dari lembaga perbankan. Sebagai lembaga intermediari keuangan, Amar Bank sangat paham melayani konsumen dan memberikan rasa aman saat mengakses layanan keuangan dan layanan fintech yang kami miliki saat ini,” papar Tuk Yulianto dalam keterangan resminya, Jumat (08/03/2019).

Ia menambahkan, inovasi ini sangat memudahkan masyarakat mengakses layanan keuangan dengan mudah, cepat, aman, dan cicilan terjangkau.

“Tunaiku menawarkan kelebihan melalui produk KTA digital, dan peminjam tidak wajib menjadi nasabah Amar Bank,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Utama BPR Syariah Bhakti Sumekar Novi Sujatmiko mengungkapkan, ada kelebihan teknologi milik Tunaiku, diantaranya Artificial Intelligence (AI).

“Kami mewakili BPRS ingin berkolaborasi dengan Tunaiku sehingga kami bisa menjadi channeling agent Tunaiku untuk wilayah kami dan memberikan manfaat untuk masyarakat luas,” ucap Novi.

Fintech di Indonesia tengah tumbuh pesat. Dari laporan Statista terkait fintech yang diterbitkan pada Desember 2018, pasar yang paling besar adalah Digital Payments dengan total transaksi di tahun 2019 mencapai sekitar US$26,575 million dan diperkirakan rata-rata pertumbuhan per tahunnya (CAGR 2019-2022) mencapai 11.9%,.

Sehingga pada tahun 2022 bakal mencapai US$37,238 million. Sedangkan untuk personal loan dan usaha mikro seperti Tunaiku, menurut laporan Statista masuk pada kategori alternative lending yang akan mencapai total transaksi US$38 million pada 2019. Dengan rata-rata pertumbuhan per tahun (CAGR 2019-2022) mencapai 13.0%, maka akan mencapai total transaksi US$54.2 million pada 2022.@Rel-Licom

Foto: Penggunaan aplkasi Tunaiku untuk memudahjan pengguna bertransaksi