Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Kasus pelecehan seksual yang marak terjadi di Kabupaten Jombang mendapat sorotan dari aktivis mahasiswa.

Dalam rangka memperingati Hari Perempuan se-dunia, Para aktivis Korp PMII Putri (KOPRI) Kabupaten Jombang tersebut menggelar aksi mendesak aparat penegak hukum dalam hal ini kepolisian bisa memberikan perlindungan pada kaum perempuan dan menindak tegas para pelaku pelecehan seksual.

Dengan membawa atribut bendera dan sejumlah poster tuntutan aksi, KOPRI PMII Jombang menyuarakan sejumlah permasalahan pelecehan seksual terhadap perempuan dan mendorong pemblokiran situs-situs pornografi.

Belakangan ini kasus pelecehan seks yang meresahkan di Jombang adalah ‘begal’ payudara. Tidakan meremas ini dilakukan oleh pelaku pengendara motor terhadap para gadis yang berada di pinggir jalan. Pelaku langsung melarikan setelah melakukan aksinya.

Beberapa kejadian begal payudara terakhir terjadi di Kecamatan Ngoro dan di wilayah Desa Sumbermulyo, Kecamatan Jogoroto, Jombang.

Kordinator Aksi, Imroatus Sholichah mengatakaan, berdasarkan data yang di rangkum dari berbagai sumber media, kasus pelecehan seksual dan kekerasan terhadap perempuan yakni kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Kabupaten Jombang meningkat 29 persen.

Pada tahun 2017 ada 62 kasus dengan rincian 43 kasus kekerasan seksual dan 19 kasus KDRT, pada 2018 meningkat menjadi 80 kasus, dengan rincian 52 kasus kekerasan seksual dan 28 kasus KDRT. “Jadi kenaikan sebesar 29,3 persen,” katanya kepada wartawan  di Simpang Empat Taman Kebonrojo, Jl KH Wahid Hasyim, Kecamatan Jombang, pada Jumat (08/03/2019).

“Untuk itu, kami meminta aparat penegak hukum menuntaskan berbagai kasus tersebut dan Pemerintah Kabupaten segera mengambil langkah tegas dengan melakukan sosialisasi kepada remaja tentang isu kekerasan terhadap perempuan demi terwujudnya Jombang berkarakter,” pungkasnya.@obi