Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Bantu korban banjir Jatim, BMH dirikan posko bantuan
Baitul Maal Hidayatullah (BMH) menyerahkan bantuan kepada korban banjir di Jawa Timur. FOTO: bmh
HEADLINE JATIM RAYA

Bantu korban banjir Jatim, BMH dirikan posko bantuan 

LENSAINDONESIA.COM: Hujan deras yang mengguyur wilayah Jawa Timur menyebabkan banjir di beberapa kabupaten Provinsi Jawa Timur, sejak Selasa (05/03/2019). Banjir akibat intensitas hujan tinggi, sehingga menyebabkan sejumlah air sungai meluap.

Baitul Maal Hidayatullah (BMH) terus mengawal korban terdampak banjir di beberapa kabupaten di Jawa Timur. Total ada 3 wilayah, 3 posko utama sudah didirikan BMH sejak hari pertama kejadian.

Tim BMH Jatim Ahmad Wandoyo, mengatakan posko ini menjadi tempat untuk menampung seluruh bantuan kemanusiaan yang dikirimkan dari berbagai tempat.

“Posko ada di Desa Wonoayu, Pilang Kenceng, Madiun, satu posko ada di Desa Waruk, Kecamatan Pangkur, Ngawi dan satunya lagi berada di Pesantren Hidayatullah Ngawi,” ungkapnya, Jumat (08/03/2019).

Wandoyo menambahkan, Posko Utama BMH berada di Desa Wonoayu, lokasi ini dipilih untuk mendekatkan dengan titik-titik pengungsian yang ada di sekitar posko.

Bantuan dari masyarakat, ungkap Wandoyo, dapat disalurkan melalui BMH dengan mengirimkan logistik ke posko BMH yang sudah ada atau bisa juga melalui kantor BMH yang ada diseluruh Indonesia. Hingga saat ini keperluan mendesak pengungsi berupa obat-obatan, makanan siap santap, pakaian baru, selimut serta air minum.

Sejak Rabu, (06/03/2019) kemarin, Tim BMH telah mendistribusikan bantuan tahap pertama kepada korban banjir di Madiun dan Ngawi, yaitu berupa makanan dan minuman.

Selain itu BMH juga mendirikan dapur umum di Desa Waruk untuk menyuplai kebutuhan warga. Bantuan diserahkan di daerah Desa Wonoayu, Kecamatan Pilang Kenceng, Kabupaten Madiun & di Desa Waruk, Kecamatan Pangkur, Ngawi.

Hingga saat ini para relawan dari BMH terus membantu mengevakuasi beberapa warga untuk mengungsi ke daerah yang lebih aman.

Data sementara yang dihimpun dari BPBD Provinsi Jawa Timur, banjir menyebabkan lebih dari 12.495 KK terdampak. Sebagian masyarakat mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Baca Juga:  BCA kucurkan beasiswa Rp 5,3 miliar untuk 703 mahasiswa

15 Kabupaten yang mengalami banjir adalah Kabupaten Madiun, Nganjuk, Ngawi, Magetan, Sidoarjo, Kediri, Bojonegoro, Tuban, Probolinggo, Gresik, Pacitan, Tranggalek, Ponorogo, Lamongan dan Blitar. Daerah yang paling parah terlanda banjir adalah Kabupaten Madiun.

Tim BMH dan SAR Hidayatullah akan terus mengerahkan bantuan bagi seluruh korban banjir di beberapa daerah di Jawa Timur. Untuk masyarakat yang ingin membantu korban banjir, bisa melalui nomer center BMH Jawa Timur di 031-5928866/082234404400.@rilis