Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Bawaslu pastikan pernyataan Jokowi dalam Debat Capres Putaran II bukan pelanggaran pemilu
Penampilan Capres nomor urut 01 Joko Widodo dan capres 02 Prabowo Subianto dalam Debat Capres Putaran II. FOTO: video CNN
HEADLINE DEMOKRASI

Bawaslu pastikan pernyataan Jokowi dalam Debat Capres Putaran II bukan pelanggaran pemilu 

LENSAINDONESIA.COM: Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu RI) memastikan calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo tidak melakukan pelanggaran pemilu terkait penyataannya dalam Debat Capres putaran II 17 Februari 2018 lalu.

Karena itu, Bawaslu memutuskan untuk tidak dapat menindaklanjuti laporan aktivis Koalisi Antihoax. Bawaslu menilai laporan itu tak memenuhi unsur pidana.

Laporan Muhidin Jalih dkk terhadap Jokowi ini teregistrasi di nomor 20/LP/PP/RI/00.00/II/2019.

“Status laporan tidak dapat ditindaklanjuti,” kata Ketua Bawaslu Abhan seperti dikutip medcom.ic, Sabtu (09/03/2019).

Bawaslu beralasan unsur pelanggaran Pasal 280 ayat (1) huruf b, c, d, dan e Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum tidak terpenuhi. Pasal itu melarang peserta pemilu, pelaksana, maupun tim kampanye melakukan kegiatan yang membahayakan keutuhan NKRI, menghina seseorang, agama, suku, ras, golongan, calon, dan/atau Peserta Pemilu yang lain; serta menghasut dan mengadu domba perseorangan ataupun masyarakat.

“Tidak memenuhi unsur pelanggaran pemilu sebagaimana dimaksud dalam pasal tersebut,” lanjut keterangan Abhan dalam surat tersebut.

Dalam laporannya, aktivis Koalisi Antihoax sebelumnya menuding Jokowi melakukan kebohongan saat debat kedua pilpres 2019, 17 Februari 2019 lalu. Mereka menilai pernyataan Jokowi soal impor jagung hoax.

Selain itu Koalisi Antihoax yang diwakili kuasa hukumnya, Eggi Sudjana ini juga menilai pernyataan Jokowi soal menurunya tingkat kebakaran hutan dan konflik agraria di Indonesia merupakan kebohongan. Atas dasar itu, mereka melaporkan Jokowi ke Bawaslu.

Pada debat kedua calon presiden 2019, Widodo menyebutimpor jagung berkurang drastis pada 2018. Pada 2014 Indonesia mengimpor 3,5 juta ton jagung dan di 2018 hanya 180.000 ton.

“Kita ingat di 2014 kita masih impor 3,5 juta ton jagung, tahun 2018 kita hanya import 180 ribu ton jagung. Artinya ada produksi 3,3 juta ton yang telah dilakukan petani, ini sudah lompatan besar,” ujar Jokowi dalam debat Pilpres 2019 kedua di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu, 17 Februari 2019.

Baca Juga:  Tak ada kantor cabang, Grab menuai protes di Jember

Berdasarkan cek fata yang dilakukan, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan (Ditjen TP) Kementan mencatat produksi jagung dalam 5 tahun terakhir meningkat rata-rata 12,49% per tahun. Artinya, pada 2018 produksi jagung diperkirakan mencapai 30 juta ton pipilan kering (PK).

Ini juga didukung oleh data luas panen per tahun yang rata-rata meningkat 11,06%, dan produktivitas rata-rata meningkat 1,42% (BPS, 2018).

Peneliti AURIGA Iqbal Damanik menyebut data dari Kementan pada 2018 produksi jagung sebanyak 25,9 juta ton sedangkan konsumsi sebanyak 26,1 juta ton. Sehingga diperlukan impor sebesar 878 ribu ton.

Impor tersebut turun dari 3,4 juta ton pada 2014; 3,47 juta ton pada 2015; 1,31 juta ton pada 2016; 709 ribu ton pada 2017 dan 878 ribu ton pada 2018.@LI-13