Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Pemuda di Gresik tebas leher ibu kandungnya dengan celurit hingga tewas
Polisi mengevakusi jenazah Ranis yang tewas dihabisi anak kandungnya sendiri. FOTO: istimewa/tribun
Gresik Raya

Pemuda di Gresik tebas leher ibu kandungnya dengan celurit hingga tewas 

LENSAINDONESIA.COM: Warga Desa Desa Madumulyorejo, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik digegerkan adanya pembunuhan seorang ibu oleh anak kandungnya sendiri, pada Minggu pagi (10/03/2019).

Korban Ranis (60) ditemukan tidak bernyawa setelah lehernya ditebas celurit oleh anak kandungnya, Rozikin (28) dengan sebilah celurit.

Berdasarkan informasi dari warga setempat, pembunuhan terjadi tersebut sekitar pukul 10.00 WIB.

Bersadarkan hasil pemeriksaan di kepolisian, pelaku mengaku nekat menghabisi ibu kandungnya karena emosi.

“Saya tega membunuh ibu sendiri karena dimarahi terus-menerus,” kata Rozikin di hadapan penyidik.

Rozikin mengungkapkan, pembunuhan dilakukan ketika Ranis sedang tidur. Saat mengetahui ibunya tidur di ruang tamu, Rozikin mengambil celurit dan menebaskan ke leher ibunya. Karena luka yang dalam, Ranis pun tewas seketika di lokasi kejadian. “Saya emosi menjadi saya bunuh dengan celurit,” ujar anak ketiga dari Ranis ini.


BUNUH IBU KANDUNG: Rozikin saat diamankan di Mapolres Gresik, Minggu (10/03/2019).

Sementara itu, Kapolres Gresik AKBP Wahyu Sri Bintoro menduga pelaku mengalami gangguan jiwa. Sebab, pelaku tidak menampakkan perasaan sedih atau menyesali perbuatannya.

“Ada dugaan pelaku ada gangguan jiwa. Kendati demikian kami tetap melakukan pemeriksaan dengan membawa pelaku ke rumah sakit jiwa,” katanya.

Wahyu Sri Bintoro mengatakan, usai melakukan pembunuhan pelaku membuang celurit dan sempat bersembunyi di rumah keduanya.

“Sebelum ditangkap memang ada laporan dari Babinkamtibmas. Yakni, ada laporan pembunuhan yang dilakukan oleh anak kandungnya sendiri,” pungkasnya.

Sementara Kepala Desa Madumulyorejo Matrozim membenarkan bahwa kondiri kejiwaan Rozikin memang labil. Hal ini karena dia mengalami depresi. “Saat ditangkap tidak ada perlawanan,” katanya.@tovan

Baca Juga:  1,7 persen penduduk Indonesia punya asuransi non BPJS, Sinarmas MSIG Life bidik ibu-ibu muda