Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Pelabuhan Benoa Bali pengerukan dan pendalaman alur dari minus 9 Meter LWS (low water spring/rata-rata muka air laut) rampung menjadi minus 12 Meter LWS.

Hal ini memungkinkan kapal pesiar dengan LOA (Length of All) / ukuran panjang lebih dari 350 meter untuk sandar di demaga yang sebelumnya mampu berlabuh di luar pelabuhan.

“Adanya revitalisasi ini, tentunya akan menambah minat kedatangan kapal pesiar seab di sisi keamanan dan kenyamanan akan terjamin,” ujar Direktur Teknik Pelindo III Joko Noerhudha dalam keterangan resminya, Selasa (12/03/2019).

Ia menambahkan, kini kolam di dermaga timur, selatan, kolam di curah cair dan gas menjadi minus 12 meter LWS dari sebelumnya antara minus 8 hingga minus 9 meter LWS.

“Untuk turning basin atau area yang difungsikan agar kapal berputar juga diperlebar, sehingga kapal yang memiliki radius putar lebih panjang mampu manuver dengan aman dari 300 meter sekarang menjadi 420 meter. Serta lebar di kolam timur dari awal 150 meter kini menjadi 200 meter, dan untuk kolam barat dari 150 meter menjadi 330 meter”, tambahnya.

Beberapa peningkatan fasilitas pelabuhan khususnya terkait gedung terminal penumpang, Pelindo III kini meningkatkan kapasitas gedung terminal penumpang yang sebelumnya berkapasitas 900 orang akan diperbesar hingga menampung 3.500 orang dalam bangunan seluas 5.600 meter persegi.

Sedangkan, pembangunan gedung terminal penumpang kapal pesiar di benoa bakal rampung di semester dua tahun 2019, hingga Februari lalu, progress pembangunan fisik bangunan mencapai 58%.

Benoa akan dijadikan home port cruise

Sementara itu, Direktur Transformasi dan Pengembangan Bisnis Pelindo III Toto Nugroho Pranatyasto menyatakan, rampungnya pengerukan kolam dan pendalaman alur, akan mendongkrak jumlah kunjungan kapal pesiar.

Bahkan, kapal pesiar tersebut tak hanya transit namun pelabuhan Benoa akan dijadikan home port cruise, dimana kapal pesiar berangkat dari Benoa, lalu berkeliling di Indonesia Timur dan nanti akan kembali lagi ke Benoa.

“Dijadikannya home port cruise ini akan berdampak positif bagi perekonomian di Bali sebab memiliki Multiplier effect cukup besar. Saat kapal pesiar bersandar di pelabuhan, maka tentunya bisa menghasilkan nilai ekonomi bagi masyarakat sekitarnya, turis akan meningkatkan length of stay yang berdampak lebih banyak berbelanja. Hotel, restaurant, toko-toko souvenir, kendaraan umum/sewa juga yang akan menuainya,” tambah Toto.

Untuk mendukung pelabuhan benoa menjadi rumah bagi kapal pesiar tersebut, Pelindo III juga tengah mengambangkan zona peruntukan kapal wisata, BBM dan Gas, perikanan, serta pembangunan terminal internasional dengan beautifikasi kawasan pelabuhan dengan sentuhan artistik khas Bali.

Adapun jumlah kunjungan penumpang kapal pesiar pada tahun 2018 tercatat 54.802 orang wisatawan mancanegara, naik 5% dibanding tahun 2017 sebanyak 52.125 orang. Untuk jumlah kapal pesiar tercatat sebanyak 67 unit kapal pesiar telah mengunjungi Bali melalui pelabuhan benoa selama tahun 2018.

“Pelabuhan Benoa sendiri menyumbang sekitar 45% dari total jumlah kunjungan wisatawan mancanegara penumpang kapal pesiar yang singgah di pelabuhan yang dikelola Pelindo III sebanyak 125.218 orang wisatawan di tahun 2018, dan dalam waktu dekat, akan menggelar tender pemilihan mitra strategis untuk pengembangan layanan cruise terminal,” pungkasnya.@Rel-Licom