Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Ledakan bom di Jalan Cendrawasih Gang Serumpun, Kelurahan Pancuran Bambu, Kecamatan Sibolga Sambas, Kota Sibolga, Sumatera Utara, Selasa siang (12/03/2019) melukai seorang anggota polisi dan warga setempat.

Korban ledakan adalah Zulkarnaen (40) dan seorang anggota polisi yang belum diketahui identitasnya.

Zulkarnaen yang dipastikan terkena serpihan bom tersebut mengalami luka dibagian dada, punggung dan kepala.

Saat ini kedua korban tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Metta Medika Sibolga.

Sebelumnya, Kadiv Humas Polri Irjen Pol M Iqbal mengungkapkan bahwa ledakan itu terjadi ketika tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror hendak menangkap AH, seorang terduga. Belum diketahui, apakah bom tersebut meledak melalui remot jarak jauh atau bukan.

“Apakah ini di remote dari dalam atau apa kami belum tahu. Saat penangkapan ada anak dan istri pelaku di dalam,” ungkapnya.

AH diduga masih satu jaringan dengan teroris berinisial PS. PS salah satu teroris asal Lampung yang lebih dulu diringkus pada Sabtu, 9 Maret 2019.

“Dia terduga jaringan PS di Lampung yang baru saja kami rilis kemarin,” kata Iqbal.

Penangkapan AH merupakan pengembangan atas kasus PS. AH ditangkap secara paksa lantaran dikhawatirkan akan melakukan tindakan radikal lainnya.

“Kita lakukan pengembangan lalu kami lakukan penangkapan paksa karena kami takut yang bersangkutan melakukan tindakan lain,” pungka dia.

AH ditangkap sebelum ledakan terjadi. Dia diduga merupakan jaringan teroris JAD yang terafiliasi dengan ISIS.

Sudah 6 jam berlalu saat ledakan terjadi di salah satu rumah yang ada di Gang Sekuntum, saat ini polisi masih bernegosiasi dengan penghuni rumah, yaitu istri dari terduga teroris AH.@LI-13

CAPTION: 
Korban bom Sibolga menjalani perawatan di Rumah Sakit Metta Medika Sibolga, Selasa (12/03/2019). FOTO: buktipers/job Purba