Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur Nadjib Hamid mengklarifikasi berita yang menyebutkan Ustaz Supriyanto diduga melakukan kampanye hitam di sebuah masjid di Banyuwangi dan videonya sempat viral.

Dalam video berdurasi 44 menit itu, Ustaz Supriyanto mengatakan bahwa pemerintah akan mengesahkan undang-undang yang melegalkan perzinahan melalui Rancangan Undang-Undang (RUU) Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS).

“Apa yang dilakukan Ustaz Supriyanto bukanlah kampanye. Saya minta masyarakat bisa memaafkan kekhilafan Ustaz Supriyanto,” katanya ditemui di Kantor PW Muhammadiyah Jatim, Rabu (13/03/2019).

Nadjib menjelaskan secara rinci kejadian sebenarnya dari keterangan saksi di Banyuwangi. Dari informasi yang dia terima, kegiatan yang dilakukan ustaz itu bukan kampanye.

“Ada relawan dari pasangan Capres yang mampir sholat di sana. Lalu, usai sholat Dzuhur sang imam diminta untuk memberi tausyiah untuk memotivasi para relawan itu, gitu. Dia lakukan itu secara spontan,” paparnya.

Menurutnya, Ustaz Supriyanto dirasa tak memahami aturan KPU yang melarang kampanye di masjid. Apa yang diucapkan Supriyanto hanyalah sebuah spontanitas karena bertemu rekan yang memiliki kesamaan pilihan dalam dukungan ke Pilpres 2019.

“Karena habis sholat, mungkin dia tidak paham materi itu boleh dan tidak dalam standar KPU atau aturan main Pemilu. Saya kira hanya itu, karena saking semangatnya saja. Tidak ada desain untuk kampanye di masjid dan lain sebagainya,” urai calon anggota DPD RI Daerah Pemilihan Jatim ini.

Karena itu, Nadjib mengajak masyarakat memaafkan kekhilafan Ustaz Supriyanto. “Maka kalau itu dianggap khilaf kita mintakan maaf pada pihak-pihak yang terganggu. Di Muhammadiyah ini kan gampang, kalau diketahui ada kekhilafan dalam perilakunya ya kita sampaikan bahwa itu khilaf, ditegur dan itu tidak diulang lagi,” tegasnya.

Dalam informasi yang beredar, disebutkan bahwa Ustaz Supriyanto merupakan salah satu Ketua PC Muhammadiyah di Banyuwangi. Jika dari informasi yang beredar, Nadjib pun membenarkan. Namun pihaknya akan mengecek ulang SK Supriyanto.

Sebelumnya, viral sebuah video berdurasi 44 detik berisi ceramah ustad Supriyanto di sebuah masjid di Desa Kalibaru Wetan, Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi, Jawa Timur. Dalam ceramahnya sang ustad mengatakan bahwa pemerintah akan mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) (Penghapusan Kekerasan Seksual) yang melegalkan perzinahan.

Sang ustad kemudian mengajak warga memilih pasangan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno dalam Pilpres 17 April mendatang supaya undang-undang tersebut gagal disahkan.

Saat ustad berceramah, terdengar suara ibu mengucapkan istighfar dan mengamini Prabowo–Sandi menjadi presiden.

“Ini sudah digodok. Kalau pemerintah sampai mengesahkan undang-undang perzinaan, maka hancur Indonesia. Maka dari itu, mari kita berjuang kepada Allah, setelah itu berdoa kepada Allah mudah-mudahan paslon 2 diberikan…(disambut ucapan Amin oleh ibu-ibu). Saya rasa, kita harus berjuang memenangkan paslon 2 dan mudah-mudahan mendapat ridho dari Allah. (Terdengar suara Aminn Amin),” begitu petikan ceramah tersebut.@sarifa

CAPTION: 
Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur Nadjib Hamid. Insert: Ustaz Supriyanto saat melakukan kampanye hitam dengan menyebut pemerintah aka melegalkan perzinahan. FOTO: sarifa-LICOM/istimewa