Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Kementerian Keuangan memberikan penghargaan Pelindo III selaku wajib pajak yang patuh dan kooperatif melalui integrasi data dan pertukaran data wajib pajak.

“Pelindo III merupakan salah satu BUMN yang paling awal mengimplementasikan aplikasi, yang secara host-to-host mengoneksikan data korporat dengan server penyelenggara pelaporan pembayaran pajak yang berlisensi dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Ini bentuk komitmen Pelindo III mendorong digitalisasi ekosistem perpajakan di Indonesia,” ujar Iman Rachman, Direktur Keuangan Pelindo III dalam keterangan resmi yang diterima Lensaindonesia.com, Kamis (14/03/2019).

Ia menambahkan, manfaat dari integrasi sistem pajak secara digital bisa dirasakan kedua sisi, baik perusahaan sebagai wajib pajak berikut Pemerintah sebagai pengelola pajak negara.

“Melalui teknologi, kendati jumlah pembayarannya besar, proses pelaporan dan pembayaran justru semakin mudah. Proses audit juga semakin efisien dan jumlah setoran pajak terkontrol, sangat akuntabel. Pelindo III menggunakan inovasi teknologi guna mendukung peningkatan penyerapan pajak negara,” tandasnya.

Secara terpisah, Sekretaris Perusahaan Pelindo III Faruq Hidayat mengungkapkan, pelaporan e-faktur PPN Pelindo III dilakukan host-to-host dengan server DJP sejak Desember 2018 lalu. Untuk pelaporan e-SPT, pajak penghasilan sudah menggunakan single database secara online sejak Februari 2019. Ke depan bukti potong (e-bupot) pajak penghasilan akan dapat diakses online.

“Saat ini tengah dikerjakan pemetaan COA (chart of account) antara laporan keuangan dengan SPT yang dilaporkan agar bisa diakses langsung oleh DJP, sehingga potensi pajak dapat dicermati. Ditargetkan selesai per April 2019 ini. Di tahap final integrasi data, akan dicapai Keterbukaan Informasi Perpajakan yang mampu diakses secara sistem terkoneksi antara wajib pajak dengan DJP,” paparnya.

Ia juga menjelaskan, kontribusi Pelindo III Group sebagai BUMN ada pada pendapatan negara.

“Selama tahun 2016 hingga 2018, setoran Pelindo III untuk negara mencapai Rp 5,12 triliun. Setoran tersebut terdiri dari kewajiban perpajakan yang mencapai Rp 4,17 triliun kepada negara melalui Kementerian Keuangan dan pembayaran dividen melalui Kementerian BUMN sebesar Rp 948 miliar,” tuturnya.@Rel-Licom

Foto: Menteri Keuangan, Sri Mulyani memberikan sambutan saat memberikan penghargaan kepada Pelindo III terkait kepatuhan pajaknya.