Trending News

17 Aug 2019
Analisis Sistem Sosial Multikulturalisme Masyarakat Surabaya
32680763 - suroboyo monument in front of the surabaya zoo, east java, indonesia on may 16, 2008.
Art & Culture

Analisis Sistem Sosial Multikulturalisme Masyarakat Surabaya 

Sistem sosial adalah suatu hubungan antara individu dengan individu atau kelompok dengan kelompok yang saling berinterdependensi. Sedangkan, Multikulturalisme munurut terminologinya adalah suatu nilai atau budaya yang memiliki keragaman tersendiri. Dalam sistem budaya masyarakat memiliki kesempatan dalam berevolusi melalui perubahan sosial secara berkesinambungan. Dalam istilah lain, rentetan sejarah yang panjang berhasil membuahkan suatu tatanan koletif yang bisa menghasilkan suatu integrasi ( persatuan) di tingkat yang lebih tinggi dan lebih erat. Dalam suatu masyarakat multikulturalisme diartikan sebagai kreasi dari sebuah logika yang dibentuk dari sebuah realitas sosial dalam masyarakat majemuk bertingkat.

Dalam sejarahnya nasionalisme indonesia berakar dari tekad yang menekankan cita-cita luhur serta pengakuan terhadap perbedaan –perbedaan sebagai pengikat dan pemersatu bangsa. Di negara kita keterikatan (persatuan) itu sangat dapat dilihat dengan mata keranjang. Yakni, melalui Bhineka Tunggal Ika yang mana mempunyai makna berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Adalah suatu iktikad yang menekankan akan cita-cita akan kesejahteraan ,kemakmuran dan keadilan sebagai simbol dan perwujudan cita-cita bangsa Indonesia. Dari sinilahn kita bisa memahami hakikat dari nasionalisme indonesia yang seharusnya menekankan dua sumber paling fundamental. Suatu kebangsaan yang bepedoman pada nilai-nilai luhur bangsa. Hal ini dapat dilihat dari masyarakat yang memegang teguh nilai-nilai kemajemukan dan multikulturalisme, sebagaimana yang terjadi pada masyarakat Surabaya. Dalam masyarakat majemuk di kota surabaya bisa memiliki rasa persatuan dan gotong –royong yang sangat solid dan teratur.

Dalam pandangan saya, multikulturalisme masyarakat Surabaya lebih menekankan pada sistem kepercayaan dan saling ketergantungan. Dengan adanya beragam kebudayaan yang mengisi kota surabaya. Berdampak pada keberagaman corak kebudayaan masyarakat surabaya. Apalagi, Surabaya diakui sebagai salah satu kota besar di indonesia yang mempunyai corak buadaya mengagumkan. Sebagaimana terlihat dari budaya surabaya yang merupakan perpaduan khas antara kebudayaan jawa timuran dan madura. Bahkan, jika saya boleh berpendapat bahwa multikulturalisme di surabaya adalah suatu kebudayaan yang sudah tentu sangat menarik. Terlebih lagi sistem kebudayaan suraba7a yang sangat khas akan keanekaraman kebudayaannya.

Bila kita mempelajari sejarah lebih rinci hanya dua kota besar yang memahami hakikat multikulturalisme. Yaitu kota Jakarta dan Surabaya. Kedua kota ini berhasil menyatukan keanekaragaman kebudayaan masyarakat dalam bingkai multikulturalisme. Disini, dapat dilihat dua cerminan dari kebudayaan Indonesia yang digambarkan melalui dua kota besar multikultural ini. Lantas, tugas para intellektual dan budayawan adalah meningkatkan multikulturalisme kuota Surabaya agar mencapai taraf yang dapat membangkan masyarakat kita. Jika, dimaksudkan tentang hakikat multikulturalisme yang eksotis. Kota surabaya sangat layak dijadikan sandaran dalam mengekspresikan wajah dari multrikulturalisme, terlebih lagi sebelum dikenal sebagai kota metropolit terbesar kedua di Indonesia, Surabaya sudah dikenal dengan keanekaaragaman kebudayaan yang menakjubkan. Bahkan, sangat disegani oleh negara lain. Yang paling terpenting multikulturalisme di kota Surabaya sangat bertingkat.

Di kota besar ini kita bisa menemi banyak keberagama budaya. Hal ini terlihat dari gaya bahasa yang digunakan masyarakat surabaya yang dinilai sangat unuk daan menarik. Yang perlu saya garis bawahi adalah keberagaman kebudayaan surabaya adalah pemersatu kemajemukan masyarakat surabaya.

Berbeda dengan kebudayaan yang lainnya misalnya Yogyakarta, Dalam kebudayaan Yogyakarta masih mengandalkan satu unsur budaya sebagai pemersatu masyarakatnya yakni kebudayaan jawa mataraman. Jika dilihat secara signifikan kebudayaan surabaya yang terlihat sangat kompleks dibanding kota lainnya. Perlu diketahui tempat kebudayaan masyarakat surabaya yaitu gedung budaya Cak Durasim adalah subuah kebangaan dari kebudayaan surabaya yang berlimpah ruah.

Dalam sebuah topik diskusi di sebuah media pernah disebutkan bahwasannya kebudayaan surabaya adalah kebudayaan multikultural dalam arti yang sebenarnya. Dalam hal kebudayaan masyarakat surabaya lebih kompleks daripada masyarakat lain. Hal ini dikarenakan masyarakat surabaya memiliki sifat dan karakter terbuka akan perubahan yang ada. Sebagaimana yang sering terlihat dalam sejarah perkembangan kota surabaya yang selalu mengalami kompleksitas dalam kebudayaannya.

Dalam pemikiran Emha Ainun Najib masyarakat surabaya memiliki multikulturalisme yang sangat menarik. Hal ini didasarkan pada sistematikaa kebudayaan yang dimiliki. Saya dapat mengambil contoh dari beragamnya aneka kuliner surabaya yang merupakan kekayaan yang mendukung masyarakat surabaya dalamm berkembang. Dalam pandangan kritis saya perkembangan masyarakat surabaya merupakan suatu perkembangan yang cukup menarik untuk diamati secara lebih akurat.

Hal ini dikarenakan kebudayaan masyarakat surabaya yang telah bertransformasi dari arah yang sederhana menuju ke arah yang lebih kompleks. Suatu wacana perkembangan dan perubahan masyarakat surabaya akan membawa berbagai dampak. Salah satu diantaranya adalah adanya perkemabngan pola pikir masyarakat yang lebih menghargai keberagaman. Dari sini saya bisa mengetahui bahwa perkembangan dan perubahan yang ada pada masyarakat surabaya akan berimbas pada perkembangan politik dan ekonomi masyarakatnya.

Suatu pandangan baru bagi masyarakat surabaya mulai terbentuk yang mana itu disebut multikulturalisme. Oleh karena itu perkembangan dan perubahan yang ada setidaknya harus memberikan warna baru bagu perkembangan dan perubahan busaya bangsa untuk menjadi lebih baik lagi.memang pada hakikatnya segala perubahan dan perkembangan ada perubahan pada masyarakat surabaya secara multikultural akan membawa dampak positif dan negatif bagi masyarakat. Namun, setidaknya perubahan Faktor yang Mempengaruhi perubahan masyarakat surabaya secara Multikultural.

  1. Perubahan Kondisi Sosial
    tingkatan struktur dan kelas sosial dapat bergerak dengan sendirinya, seperti karena masyarakat berubah pola pikir menjadi lebih terbuka. Kemajuan teknologi dan sistem sosial-budaya akan dapat membuka peluang terbukanya multikulturalisme masyarakat surabaya menjadi lebih terbuka . Selain itu, perubahan dan bertambah kompleksnya kebudayaan.
  2. Ekspansi Teritorial (Peluasan Daerah) dan Gerak Populasi
    suatu teritorial atau kawasan sangat mempengaruhi perkembangan multikulturalisme masyarakat surabaya dikarenakan suatu wilayah yang sangat mendukung peningkatan mobilitas multikulturak bagi masyarakat surabaya juga sangat memberikan peluang untuk melakukan multikulturalisme budaya ke ranah yang lebih luas.
  3. Komunikasi yang bebas
    Komunikasi yang terbatas antaranggota masyarakat akan menghambat perkembangan multikulturalisme kebudayaan surabaya. Sebaliknya, komunikasi yang bebas dan efektif akan memudarkan semua garis batas antaranggota sosial yang ada di masyarakat. Hal itu akan merangsang perkembangan multikulturalisme budaya untuk lebih berkembang ke arah yang lebih kompleks dan maju.
  4. Pembagian kerja
    Suatu pembagian kerja dalam suatu kelompok juga dapat membuat suatu perkembangan budaya menjadi lebih kompleks yang sangat menguntungkan bagi kelangsungan dan khasanah budaya masyarakat surabaya
  5. Tingkat Fertilitas (kelahiran) yang berbeda
    Tingkat kelahiran suatu penduduk sangatlah mempengaruhi suatu perubahan kemajemukan sosial-budaya karena fertilitas masyarakat yang tinggi berdampak pada masyarakat melakukan suatu revolusi budaya dalam masyarakat surabaya.
  6. Situasi politik
    Situasi politik yang baik dan efisien juga dapat mempengaruhi suatu perubahan multikulturalisme sosial- budaya dalam masyarakat surabaya. Dengan situasi politik yang memadai dan terkontrol dengan baik akan menimbulkan suatu perubahan multikulturalisme masyarakat menjadi lebih beragam.

7. Faktor yang Menghambat Multikulturalisme Budaya Surabaya

  1. Perbedaan rasial dan kesukuan
    Perbedaan ras seperti seperti suku jawa dan madura yang terjadi di kota surabaya sangat memperlambat laju multikulturalisme budaya karena menekan dan mendiskriminasi suatu suku ataau ras.
  2. Diskriminasi Kelas
    Diskriminasi kelas sangat menghambat perkembangan multikulturalisme budaya surabaya karena suatu diskriminasi pada kelas tertentu dapat merusak dan memperlambat multikulturalisme dalam masyarakat surabaya.
    Kemiskinan
    Kemiskinan dapat memperhambat multikulturalisme budaya surabaya ke arah yang lebih maju karena keterbatasan dana untuk mengembangkann perekonomian.
  3. Perbedaan Jenis Kelamin
    Terkadang terdapat jurang pemisah antara laki-laki dan perampuan . jurang pemisah yang berupa jenis kelamin ini sangat menekanlaju multikulturalisme surabaya bahkan juga dapat bisa mematikan.

2.1 Hasil Pengamatan
Berdasarkan hasil pengamatan saya di gedung Balai budaya Cak Durasim bahwa kebudayaan masyarakat Surabaya sangat beragam. Keberagaman ini yangmana merupakan suatu kebangaan bagi masyarakat kota Surabaya. Namun, yang perlu ditekankan dari semua keberlimpah ruahan kebudayaan kota Surabaya adalah saling adanya upaya penguatan toleransi dan multikulturalisme. Sehingga menimbulkan dampak yang baik bagi keberlangsungan kebudayaan masyarakat surabaya. Salah seorang Budayawan ludruk asli Surabaya mengatakan dalam mejaga kebudayaan Surabaya agar tetap dihargai dan dipandang memiliki nilai estetika yang tinggi di mata masyarakat dunia adalah dengan adanya kerjasama antara pemerintah kota dan masyarakat dalam memproklamirkan khasanah kebudayaan masyarakat surabaya yang bernilai estetika tinggi, dan perkembangan yang ada dapat membangunkan sebuah khazanah intellektual yang dapat memapankan kehidupan bermasyarakat. Dan bisa membawa kebudayaan masyarakat Surabaya ke arah yang lebih mapan dari masa sebelumnya.

Oleh: Gratia Wing Artha

Pustaka;
Soekanto, Soerjono, (2002), Sosiologi Suatu Pengantar, RajaGrafindo Persada, Jakarta, Jurnal Analisis Sosial, Vol.6, No.3,Desember 2001, Akatiga, Bandung,2001
Rangkuti, Freddy.2000. Business plan : Teknik Membuat Perencanaan bisnis dan Analisis Kasus. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Narwoko, J. Dwi dan Bagong Suyanto. 2004. Sosiologi Teks Pengantar dan Terapan. Jakarta: Kencana Prenada Group.
Nathan, Glazer, Etnic Dilemmas. 1964-1982.Cambridge: Harvard University Press.

Related posts