Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
KoMAK soroti dugaan monopoli buku modul Bahasa Inggris SD di Surabaya
Aktivis KoMAK saat menyerahkan surat audiensi dan klarifikasi ke Dinas Pendidikan Kota Surabaya terkait dugaan adanya monopoli buku buku modul Bahasa Inggris untuk Sekolah Dasar (SD). FOTO: komak
AKTIVIS

KoMAK soroti dugaan monopoli buku modul Bahasa Inggris SD di Surabaya 

LENSAINDONESIA.COM: Oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Pendidikan Kota Surabaya diduga melakukan monopoli ‘pengunaan’ buku modul Bahasa Inggris untuk Sekolah Dasar (SD) di Surabaya. Sehingga saat ini, sekolah SD di Surabaya hanya menggunakan buku modul Bahasa Inggris terbitan dari sebuah perusahaan penerbit.

Berdasarkan temuan Komite Masyarakat Anti Korupsi (KoMAK), oknum ASN Dinas Pendidikan ini juga diduga terlibat dalam penerbitan buku tersebut. Sebab, nama oknum itu tercantum dalam struktur perusahaan penerbit buku modul Bahasa Inggris yang beredar.

“Barkaca dari hasil investigasi yang kami lakukan, ditemukan sejumlah bukti meyakinkan terkait dugaan penyalahgunaan jabatan oleh oknum ASN Dinas Pendidikan Kota Surabaya tersebut seperti surat pesanan buku, foto-foto pertemuan, screnshot percakapan whatApp, serta Susuanan Pengurus Penerbit terkait yang didalamnya terdapat nama oknum Dinas Pendidikan Kota Surabaya,” kata Ketua Umum KoMAK, Budiyanto SH usai menyerahkan surat permohonan audiensi dan klarifikasi di kantor Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Senin (18/03/2019).

Budiyanto menyangkan adannya indikasi monopoli penggunaan buku untuk siswa sekolah dasar oleh oknum ASN Dinas Pendidikan ini. Sebab, seharusnya Pegawai Pegeri Sipil (ASN) bisa memberikan pelayanan penyelenggaraan pendidikan kepada masyarakat secara profesional, transparan, jujur dan adil.

“Karena itu kami mengajukan permohonan audiensi kepada Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya untuk meminta klarifikasi mengenai hasil investigasi kami,” ujarnya.

Budiayanto berharap, Kepala Dinas Pendidikan Surabaya M Iksan segera menjawab klarifikasinya agar terjawab bahwa telah terjadi monopoli atau tidak.

“Kami akan mengadakan aksi untuk mendorong pihak penegak hukum menindaklanjuti temuan kami ini bila ternyata pulbaket (pengumpulkan bahan dan keterangan) yang kami lakukan ini mengkerucut temuan pada monopoli dan korupsi ,” tegasnya.@fredy

Baca Juga:  Fuad Amin meninggal dunia di RSUD dr Soetomo Surabaya

CAPTION: 
Aktivis KoMAK saat menyerahkan surat audiensi dan klarifikasi ke Dinas Pendidikan Kota Surabaya terkait dugaan adanya monopoli buku buku modul Bahasa Inggris untuk Sekolah Dasar (SD). FOTO: komak