Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Dugaan monopoli buku Bahasa Inggris SD, Dindik Surabaya salahkan penerbit
Aktivis KoMAK saat ditemui Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Surabaya Aston Tambunan, Rabu (20/03/2019). FOTO: komak
HEADLINE JATIM RAYA

Dugaan monopoli buku Bahasa Inggris SD, Dindik Surabaya salahkan penerbit 

LENSAINDONESIA.COM: Dinas Pendidikan Kota Surabaya menyampaikan telah menindaklanjuti laporan Komite Masyarakat Anti Korupsi (KoMAK) terkait dugaan monopoli penggunaan buku English Platinum untuk sekolah dasar (SD).

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Surabaya Aston Tambunan, pihaknya juga telah memangil Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Mamik Suparmi yang namannya tercantum dalam struktur perusahaan penerbit yang bukunya telah beredar di sekolah-sekolah untuk mengklarifikasi.

“Kami sudah melakukan investigasi dan memanggil semua pihak yang terkait seperti Pembina Pengawas KKG (Kelompok Kerja Guru) Bahasa Inggris SD Ibu Budiarti untuk mengklarifikasi semua pengaduan KoMAK tentang dugaan penyalahgunaan jabatan oleh oknum dinas dan dugaan monopoli penjualan dan penerbitan buku oleh penerbit siapapun,” katanya kepada para aktivis KoMAK yang melakukan audiesi di kantor Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Rabu (20/03/2019).

Menurut Aston, kasus ini terjadi karena terjadi pencatutan nama Kabid GTK dan Struktur organisasi KKG serta logo KKG oleh penerbit.

Sementara itu, Kabid GTK Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Mamik Suparmi merasa geram namanya dicatut oleh penerbit CV Bintang Sarana Media. Ia mengaku tidak pernah merekmendasikan atau memberi izin namanya dicantumkan dalam penerbitan. “Saya manggil KKG Bahasa Inggris Ibu Shinta, pengarang Djoko Semedi untuk menghentikan semua Penerbitan Buku karena tidak sesuai dengan arahan semula.

“Kami tidak pernah merekomendasikan, mengetahui, mengijinkan penggunaan nama Kabid GTK untuk dicantumkan dalam buku English Platinum. Dan informasi yang beredar di media itu murni adalah karena pencatutan oleh penerbit CV Bintang Sarana Media,” tegasnya.

Agar permasalahan segera clear, Mamik meminta kepada penerbit CV Bintang Sarana Media untuk membuat klarifikasi dan surat permintaan maaf kepada Kabid GTK dan seluruh struktur pengurus KKG Bahasa Inggris Kota Surabaya dengan tembusan kepada Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya atas penggunaan nama Kabid GTK dan Struktur KKG Bahasa Inggris.

Baca Juga:  Polisi tangkap kakek-nenek yang sering pesta sabu di kamar mandi

“Kami sudah mengintruksikan untuk menghentikan semua pemasaran dan membatalkan pemesanan buku Bahasa Inggris “English Platinum” yang berlogo KKG Bahasa Inggris Kota Surabaya dan atau Kabid GTK dan struktur KKG Bahasa Inggris Kota Surabaya,” tegas perempuan kelahiran Blitar ini.

Di lain pihak, Ketua KoMAK Budiyanto tujuannya datang ke kantor Dinas Pendidikan Kota Surabaya adalah meminta klarifikasi terkait adanya laporan masyarakat tentang dugaan penyalahgunaan jabatan di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Surabaya soal ‘memonopoli’ penggunaan buku English Platinum untuk sekolah dasar (SD).

“Di sini kami ingin meminta penjelasan kepada Dinas Pendidikan Kota Surabaya tentang hasil temuan kami yang tertuang dalam surat pengaduan kami pada hari Senin, 18 Maret 2019,” jelasnya.

Pihaknya juga mendorong Kepala Dinas Pendidikan Surabaya untuk segera mengambil tindakan tegas terkait insiden yang terjadi agar tidak menjadi catatan buruk di dunia pendidikan di Kota Surabaya.

“Kami mendorong kepala dinas untuk segera mengambil tindakan tegas kepada pihak yang mau bermain-main dengan dunia Pendidikan di Kota Surabaya agar hal ini tidak menjadi catatan buruk bagi dinas Pendidikan Kota Surabaya. Kami akan terus mengawal hal ini sampai selesai,” tegas lulusan Fakultas Hukum Unitomo ini.@fredy