Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Hakim tolak eksepsi Bahar bin Smith
Terdakwa kasus dugaan penganiayaan terhadap remaja Bahar bin Smith (tengah) dikawal petugas menuju ruang sidang sebelum menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Bandung, Kamis, 28 Februari 2019. FOTO: ANTARA/M Agung Rajasa
HEADLINE DEMOKRASI

Hakim tolak eksepsi Bahar bin Smith 

LENSAINDONESIA.COM: Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Bandung menolak nota keberatan (eksepsi) terdakwa tindak pidana penganiayaan, Bahar bin Smith. Hakim memerintahkan kepada jaksa untuk melanjutkan agenda sidang pemeriksaan saksi.

“Menimbang bahwa eksepsi terdakwa tidak bisa diterima. Dengan begitu majelis hakim menolak eksepsi dan memerintahkan jaksa penuntut umum (JPU) untuk melanjutkan persidangan,” kata Ketua Majelis Hakim Edison Muhammad di Gedung Perpustakaan dan Kearsipan, Kota Bandung, Kamis (21/03/2019).

Majelis hakim kemudian memerintahkan JPU untuk mempersiapkan pokok perkara dan memasuki pemeriksaan saksi-saksi. Sementara itu Bahar yang langsung meninggalkan ruang sidang memberikan tanggapan atas ditolaknya eksepsi yang diajukan penasehat hukumnya.

“Apa pun yang diputuskan hakim saya terima,” ucap Bahar usai sidang.

Sidang pun akan dilanjutkan pada pekan depan, Kamis, 28 Maret 2019, dengan agenda pemeriksaan saksi. Dalam agenda selanjutnya, direncanakan dua orang korban akan hadir sebagai saksi.

Bahar bin Smith didakwa menganiaya dua remaja yang merupakan muridnya. Bahar diduga menganiaya keduannya di Pondok Pesantren (Ponpes) miliknya, di Tajul Alawiyyin, Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

“(Bahar menganiaya) dengan menggunakan tangan kosong yang dikepalkan, ditendang dengan kaki, dengan lutut pada tubuh bagian kepala, rahang, dan mata secara berkali-kali,” kata Jaksa Purwanto Joko Irianto di Pengadilan Negeri Bandung, Jawa Barat, Kamis, 28 Februari 2019.

Atas perbuatannya, Bahar dikenakan pasal berlapis, yakni Pasal 333 ayat (2) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, Pasal 170 ayat (2) ke-2, Pasal 351 ayat (2), dan Pasal 80 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak.@LI-13

CAPTION: Terdakwa kasus dugaan penganiayaan terhadap remaja Bahar bin Smith (tengah) dikawal petugas menuju ruang sidang sebelum menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Bandung, Kamis, 28 Februari 2019. FOTO: ANTARA/M Agung Rajasa

Baca Juga:  Rasa Ideologi Pancasila, Presiden Jokowi contohkan KIS, KIP hingga BBM satu harga dan Infrastruktur