Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Menjelang Pemilu 2019, KPU Provinsi Jawa Timur menyatakan Daftar Pemilih Tetap Tambahan (DPTb) atau pemilih pindah pilih di Jatim bertambah 112.256 pemilih.

Bertambahnya DPTb ditetapkan pada rapat pleno terbuka KPU Jatim Penetapan DPTb kedua, Kamis (21/03/2019).

Ketua KPU Jatim Choirul Anam mengatakan sebanyak 99.873 pemilih mendaftar DPTb di daerah tujuan, sedangkan sisanya mendaftar di daerah asal.

“Sehingga ketika angka tersebut diakumulasikan di daerah tujuan maka mencapai sekitar 112 ribu sekian,” ujar Anam di Surabaya.

Menurut Anam, untuk DPTb yang keluar mencapai 85.243 pemilih. Dari angka itu, sebanyak 62.893 pemilih mendaftar di daerah tujuan sementara sisanya mendaftar di daerah asal.

Jumlah ini relatif lebih tinggi dari DPTb tahap pertama. Dimana pada pada tahap pertama pindah pilih (hingga 17 Februari silam), jumlah DPT yang masuk di Jatim sekitar 61 ribu, sedangkan 18 ribu keluar Jatim.

Disebutkan, daerah yang paling banyak menyumbang DPTb yang masuk lanjut Anam adalah Kota Malang 14.514 pemilih, Kota Surabaya 13.811 pemilih dan Kota Kediri 8.578 pemilih.

“DPTb yang masuk mayoritas di daerah yang menjadi basis pesantren dan perguruan tinggi. Selain itu, juga kota besar, termasuk Surabaya,” papar dia.

Pada rapat pleno rekapitulasi tersebut, dihadiri jajaran Komisioner KPU Kabupaten dan Kota se-Jatim. Serta, perwakilan 14 parpol peserta Pemilu di Jatim.

Selain itu, Tim Kampanye Daerah Jokowi-Ma’ruf Amin dan Badan Pemenangan Provinsi Prabowo-Sandi di Jatim turut mengirimkan utusan. Tidak ketinggalan perwakilan dari Caleg perorangan atau DPD daerah pemilihan Jatim 01.

Untuk diketahui, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur telah menutup masa pengajuan pindah pilih jelang pemilu 2019, Minggu (17/03/2019).

KPU sebagai Penyelenggara Pemilu memberikan peluang kepada calon pemilih untuk mengajukan pindah pilih. Program yang dibuka dalam dua tahap ini diperuntukkan bagi calon pemilih yang sedang tidak berada di daerah asal calon pemilih.

Misalnya, bagi santri, mahasiswa, hingga pekerja. Pada pada tahap pertama pindah pilih (hingga 17 Februari 2019), jumlah DPT di Jatim bertambah sekitar 43 ribu (61 ribu masuk ke DPT Jatim, sedangkan 18 ribu keluar Jatim).

Di tahap kedua, KPU memberikan batas waktu pengajuan tahap kedua hingga 17 Maret 2019 atau 30 hari sebelum pelaksanaan pemungutan suara, 17 April 2019 mendatang.

Selama kurun waktu itu, KPU memberikan kesempatan kepada para pemilih untuk mengurus formulir pindah pilih (A5) di PPS tingkat desa/kelurahan atau KPU Kabupaten/kota dengan membawa KTP dan Kartu Keluarga.@sarifa