Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Fenomena menarik. Debat Pemilihan Presiden (Pilpres) yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebanyak tiga kali menjelang Pemilu April, meraih penonton lebih banyak dibandingkan dengan debat yang ditayangkan di televisi pada periode Pemilu sebelumnya di 2014.

Penting bagi para pemilih untuk mengenal para calon yang akan berlaga pada pesta demokrasi 17 April 2019. Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengambil peran untuk menyediakan satu wadah mengenal pasangan Calon Presiden-Wakil Presiden dengan menyelenggarakan Debat Pilpres (Pemilihan Presiden) 2019 yang ditayangkan pada beberapa stasiun televisi Indonesia.

Tak hanya tahun 2019, Debat Pilpres juga pernah diselenggarakan pada Pesta Demokrasi periode sebelumnya di tahun 2014 dan mendapat antusiasme yang baik dari para pemirsa televisi. Namun, memang terdapat perbedaan cukup signifikan antara Debat Pilpres 2014 dibandingkan Debat Pilpres 2019.

Membandingkan jumlah stasiun TV yang menyiarkan debat pilpres sesi ke 1,2 dan 3 di tahun 2019 versus tahun 2014, jumlah stasiun televisi yang menyiarkan bertambah pesat, dimana tahun ini mencapai 13 stasiun TV. Sementara di tahun 2014 hanya 7 stasiun TV saja.

Hasil pantauan Nielsen Television Audience Measurement (TAM) di 11 kota, juga menemukan perbedaan total reach yang juga lebih tinggi di tahun 2019 daripada tahun 2014 (57,6% vs 49,1%) serta total share yang sama-sama cukup tinggi pada debat ke-2 baik tahun 2019 maupun 2014 (73% vs 39%).

Tak hanya stasiun televisi yang antusias menyiarkan debat pilpres, antusiasme para pemirsa televisi pun meningkat pada tahun 2019 ini. Terbukti dari hasil survei Nielsen di 11 kota pada ketiga tayangan debat pilpres, rating Debat Pilpres 2019 mencapai angka yang jauh lebih tinggi 18,8 persen (Debat ke-2), dibandingkan rating tahun 2014 yang hanya 9,6 persen (Debat ke-3). Lihat Gambar 1

Menariknya, di antara ketiga debat pilpres yang diadakan baik tahun 2014 maupun 2019, rating (rating gabungan seluruh stasiun TV) tertinggi didapat pada sesi yang hanya menampilkan calon presiden (Jokowi versus Prabowo) saja. Menunjukkan bahwa pemirsa televisi sangat antusias untuk mengenal calon pemimpin mereka, serta ingin mendengar setiap gagasan yang disampaikan oleh para calon presiden tersebut.

Melihat profil pemirsa televisi yang menonton ketiga program debat pilpres 2019, berdasarkan angka indexnya, tiga debat pilpres yang sudah berlangsung di tahun ini menjangkau cukup banyak penonton perempuan, penonton berusia 40 tahun ke atas dan penonton pada SES Upper Class secara konsisten. Lihat Gambar 2

Dari sisi share, sepanjang pelaksanaan debat pilpres 2019 (sesi 1-3) menunjukkan debat kedua yang menampilkan Jokowi versus Prabowo dengan topik pembahasan Energi, Pangan, Sumber Daya Alam, Lingkungan Hidup, Infrastruktur menunjukkan share tertinggi 73,1 persen. Disusul debat sesi pertama Jokowi-Ma’ruf versus Prabowo-Sandiaga dengan topik Hukum, Ham, Korupsi, Terorisme (55%) dan debat sesi ketiga Ma’ruf Amin versus Sandiaga Uno yang membahas topik Pendidikan, Kesehatan, Ketenagakerjaan, Sosial, Kebudayaan (44%)

Gambar 1 Rating TV Program Debat Pemlihan Presiden (semua stasiun TV)

Sumber: Television Audience Measurement – Nielsen Media

Gambar 2 Index Program Debat Pemilihan Presiden Tahun 2019

Sumber: Television Audience Measurement – Nielsen Media

***

TENTANG NIELSEN TAM
Nielsen TAM di Indonesia melakukan pengukuran kepemirsaan atas semua televisi nasional terhadap lebih dari 8,000 orang berusia 5 tahun keatas di 11 kota di Indonesia (Jakarta, Bandung, Jogjakarta, Semarang, Surakarta, Surabaya, Denpasar, Medan, Palembang, Makassar dan Banjarmasin). Hasil pengukuran tersebut tertuang dalam nilai rating, share dan indeks.

TENTANG NIELSEN
Nielsen Holdings plc (NYSE: NLSN) adalah perusahaan riset pengukuran dan analisis data global yang memberikan gambaran paling lengkap dan terpercaya yang tersedia bagi konsumen dan pasar di seluruh dunia.

Pendekatan kami menyatukan data milik Nielsen dengan sumber data lain untuk membantu klien di seluruh dunia memahami apa yang terjadi sekarang, apa yang terjadi selanjutnya, dan cara terbaik untuk merespon berdasarkan pengetahuan ini.

Selama lebih dari 90 tahun, Nielsen telah menyediakan data dan analisis berdasarkan pengetahuan ilmiah yang terpercaya dan inovasi, serta secara berkelanjutan terus mengembangkan cara baru untuk menjawab pertanyaan paling penting yang dihadapi industri barang konsumsi, media, periklanan, ritel, dan industri barang cepat habis.
Nielsen, sebuah perusahaan S&P 500, beroperasi di lebih dari 100 negara meliputi lebih dari 90 persen populasi dunia. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.nielsen.com