Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia telah mengirimkan surat pada pihak Boeing untuk membatalkan pembelian pesawat jenis Boeing 737-8 Max.

Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia M Ikhsan Rosan mengatakan, pembatalan tersebut dilakukan setelah adanya grounded atau perintah Kementerian Perhubungan untuk menghentikan operasional pesawat jenis tersebut oleh maskapai penerbangan nasional. Terutama setelah adanya insiden kecelakaan yang menimpa dua maskapai yakni Lion Air dan Ethiopian Airlines baru-baru ini.

“Kita kirim surat ke Boeing untuk minta pembatalan,” kata Rosan seperti dikutip Medcom.id, Jumat (22/03/2019).

Rosan mengatakan langkah tersebut diambil perseroan setelah melihat kepercayaan penumpang terhadap pesawat jenis tersebut usai dua kecelakaan yang terjadi sebelumnya. “Sudah cukup advance situasinya, penumpang kita trust terhadap Boeing Max 8 sudah menurun,” ujar dia.

Lebih jauh dia menambahkan pembatalan tersebut tentu tergantung negosiasi yang berlangsung nantinya antara kedua belah pihak, termasuk opsi mengganti dengan jenis pesawat lain.

“Kalau misalnya ada pesawat kita yang orang cenderung enggak terbang ya pasti kita harus ubah kan. Pokoknya kita ambil pesawat yang disenangi publik,” jelas dia.

Sebagai informasi, Garuda telah mengoperasikan pesawat Boeing 737 Max-8 sejak 1 Januari 2018. Pesawat Boeing 737 Max-8 telah diterima Garuda sejak 26 Desember 2017. Pesawat ini merupakan satu dari 50 armada Boeing dengan tipe tersebut yang dipesan Garuda dan telah didatangkan.

Namun Dirut Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Ashkara Danadiputra mengatakan adanya peristiwa nahas yang menimpa jenis tersebut oleh Ethiopian Airlines pada Minggu lalu serta kecelakaan yang sama sebelumnya oleh Lion Air membuat Garuda berubah pikiran untuk melakukan negosiasi oleh pihak Boeing.

Ari sapaan akrab dirinya mengatakan sebelum kejadian Ethiopian Airlines sebenarnya perseroan sudah dalam proses negosiasi untuk merestrukturisasi atau mengurangi armada Boeing 737-8 Max. Ia bilang dari 49 yang masih dipesan, Garuda ingin mengurangi menjadi 20 hingga 25 armada dan sisanya diganti dengan jenis Boeing 787.

“Tadinya pengiriman yang 49 mulai 2021 sampai 2030 rencana awal. Tapi kalau sekarang sudah pasti berubah (karena peristiwa Ethiopian). Ini memperkuat posisi negoisasi kita dengan Boeing,” kata Ari.@LI-13

CAPTION: Boeing 737-8 Max. foto; boeing