Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Pelaku pembajakan mobil tangki Pertamina di Monas masuk proses pemeriksaan
Mobil tangki milik Pertamina yang sedang dikerubuti massa dan diamankan pihak berwajib. Foto-ist
EKONOMI & BISNIS

Pelaku pembajakan mobil tangki Pertamina di Monas masuk proses pemeriksaan 

LENSAINDONESIA.COM: Terkait perampasan mobil tangki di sekitaran Monas, akhirnya polisi mengusut tuntas pelakunya yang mengatasnamakan SP-AMT (Serikat Pekerja Angkutan Mobil Tangki) beberpa waktu lalu.

Wakil Ketua SPPN (Serikat Pekerja Pertamina Patra Niaga ), Abdul Arya mengatakan, tindakan tegas memang perlu dilakukan aparat penegak hukum, sebab aksi perampasan itu sudah melampaui batas, membahayakan masyarakat sekitar, mengganggu distribusi BBM, dan meresahkan masyarakat lain yang membutuhkan konsumsi BBM.

“Jangan ada toleransi terhadap tindakan melawan hukum seperti itu,” tegas Abdul Arya di Jakarta, Kamis (21/3/2019).

Ia menambahkan, pelaku aksi unjuk rasa yang mengatasnamakan SP-AMT bukanlah mantan pekerja PT Pertamina Patra Niaga, namun mantan pekerja AMT PT GUN sebagai perusahaan penerima pemborongan pekerjaan (P4).

Sebelumnya, seluruh anggota SPPN mengikuti informasi yang diperoleh dari media dan mengapresiasi kinerja Kepolisian yang bergerak cepat untuk mengungkap pelaku yang diduga melakukan aksi perampasan 2 (dua) mobil tangki bermuatan BBM tujuan SPBU.

Sementara itu, Ketua Umum SPPN, Dinda Rizki menyampaikan, SPPN pasti bersikap jika ada hal yang mengganggu kelangsungan perusahaan, distribusi BBM juga merupakan tugas perusahaan kami mencari nafkah.

“Mereka jangan asal melakukan aksi perampasan, kami juga memiliki rasa tanggung jawab disini. Sikap SPPN ini dilandasi oleh semangat UU No. 21 Th. 2000 tentang Serikat Pekerja. ” tegas Dinda.

SPPN berharap seluruh masyarakat turut menjaga kelancaran distribusi BBM ke seluruh pelosok negeri untuk kepentingan masyarakat banyak.

“Siapapun tidak boleh mengganggu jalannya distribusi BBM. Kami SPPN mendukung aparat menindak tegas pihak manapun yang mengganggu kelancaran distribusi BBM,” pungkas Dinda.@Rel-Licom

Foto: Mobil tangki milik Pertamina yang sedang dikerubuti massa dan diamankan pihak berwajib.ist

Baca Juga:  Pertumbuhan 5 tahun terakhir, Crown Group rampungkan proyek senilai total Rp 18 triliun