Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Sekitar 50 orang keluarga Mustajab, salah satu pelaku pembunuhan pembunuhan terhadap Setyo Budiono seorang tukang AC di Jl Gembong menggelar unjuk rasa di halaman Polrestabes Surabaya, Kamis (21/03/2019) sekitar pukul 09.00 WIB. Mereka mendesak Polrestabes Surabaya menangkap kembali Samsul yang penahanannya ditanggguhkan. Sebab, Samsul adalah pelaku utama dalam pembunuhan tersebut.

Koordinator aksi Abdul Kholik mengatakan, dalam kasus ini Mustajab sebagai pihak yang mengetahui pembunuhan terhadap Setyo Budiono telah divonis 4 tahun penjara.

“Demi keadilan, kami minta kepada Kapolrestabes Surabaya, agar segera menangkap kembali Samsul. Mustajab hanya dijadikan korban, dimana dirinya tidak ikut dalam aksi pembunuhan, hanya mengetahui rencana itu,” terangnya.

Menurut Abdul Kholik, penangguhan penahanan Samsul sangat janggal, sebab ia adalah pelaku utama. “Keluarga Mustajab sempat meminta penangguhan penahanan, namun ditolak oleh penyidik. Tapi mengapa malah Samsul yang mendapat penangguhan penahanan? Mustajab tidak ikut melakukan aksi keji itu, saat keluarga meminta penangguhan penahanan ditolak. Dan sekarang kami minta keadilan agar pelaku utama (Samsul) yang ditangguhkan ditangkap kembali,” tegasnya.

Atas aksi tersebut, pihak Polrestabes Surabaya menerima enam orang perwakilan yang ditemui oleh Waka Polrestabes AKBP Leonar Simarmata dan Kasat Reskrim AKBP Sudamiran, untuk menyampaikan aspirasinya.

Dalam pertemuan itu, Kasat Reskrim Polrrstabes Surabaya AKBP Sudamiran sangat berterima kasih atas aspirasi yang dilakukan Masyarakat dalam meminta keadilan atas kasus hilangnya nyawa Setyo Budiono tersebut.

“Tadi bapak Kasat menyampaikan akan menampung aspirasi kami, namun dirinya mengaku tidak berwenang mengintervensi penyidik atas yang penangguhan penahanan Samsul,” papar Kholik kecewa.

“Mana rasa keadilan ini, Mustajab yang hanya mengetahui rencana pembunuhan itu, sekarang telah divonis. Sementara pelaku utamanya bebas berkeliaran,” pungkasnya.

Anggota Resmob Polrestabes Surabaya yang mengetahui keberadaan Samsul di di desanya, Kecamatan Kedundung, Sampang, akhir Februari 2019 lalu, dipimpin Iptu Irawan alias Tepos dibantu tokoh masyarakat setempat melakukan penangkapan saat berada di sawah dekat rumahnya. Namun dua hari kemudian penyidik melakukan penangguhan penahanan.

Selain melakujan aksi di depan Mapolrestabes Surabaya, mereka juga melaporkan Kanit Resmob Polrestabes Surabaya Iptu Bima Sakti ke Pelayanan pengaduan (Yanduan) Polda Jatim.

Diketahui, Setio Budiono (40) kos di Jl Bogen 29 Surabaya ditemukan bersimbah darah di Jl Gembong Sawah III, tepatnya di depan Balai RW 04 Kelurahan Kapasan Kecamatan Simokerto, Surabaya, Sabtu (23/12/2017) sekitar pukul 18.30 WIB.

Setio ditemukan tak bernyawa oleh warga sekitar setelah terlibat perkelahian dengan orang tak dikenal. Setio Budiono yang berkerja sebagai tukang servis AC itu tewas mengenaskan dengan luka bacok i bagian leher, punggung, dada dan perut.@rofik