Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI: “Membajak mobil tangki Pertamina merupakan kriminalitas yang berbahaya!”
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Ridwan Hisjam : "Pembajakan mobil tangki Pertamina itu merupakan kriminalitas yang berbahaya!" Foto,golkarjatim,ist
EKONOMI & BISNIS

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI: “Membajak mobil tangki Pertamina merupakan kriminalitas yang berbahaya!” 

LENSAINDONESIA.COM: Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Ridwan Hisjam merespon kasus pembajakan mobil tangki milik Pertamina dengan meminta aparat kepolisian mengusut tuntas perkaranya.

Pengusutan ini tak sekadar untuk memberi efek jera, namun juga mengeduskasi kepada masyarakat bahwasanya pembajakan merupakan tindakan kriminal yang sangat berbahaya.

“Kendati sudah ada ketetapan menjadi tersangka, namun aparat harus mengejar mereka yang melarikan diri. Kasus ini harus diusut tuntas,” tandas Ridwan saat ditemui di Surabaya, Jumat (22/03/2019).

Ia menambahkan, Undang-undang tidak melarang aksi penyampaian aspirasi atau demonstrasi sebagaimana yang dilakukan eks awak mobil tangki (AMT) tersebut. Namun, demonstrasi harus memprioritaskan kepentingan masyarakat dan taat pada aturan.

“Tak larangan menggelar aksi, tapi jangan kriminal. Membajak truk tangki yang berisi penuh biosolar yang sedang dikirim ke SPBU, tak hanya mengganggu pasokan BBM, namun karena diarahkan ke Istana Negara, bisa memunculkan kepanikan publik, untung saja aparat kepolisian langsung bertindak,” tutur Ridwan.

Seperti diberitakan sebelumnya, 2 mobil tangki milik PT Pertamina dihadang dan dibajak, Senin awal pekan ini. Dua mobil tangki yang dikemudikan Muslih bin Engkon dan Cepi Khaerul berkapasitas 32 KL dan berisi penuh biosolar.

Dalam kasus ini polisi telah menetapkan 5 tersangka dan menjelaskan tugas masing-masing, sehingga aparat kepolisian masih mengejar beberapa orang yang masih melarikan diri.

Eks AMT, lanjut Ridwan, harusnya merasa beruntung, sebab aspirasi mereka didengar oleh pemerintah. Bahkan, Presiden Jokowi sempat menemui perwakilan pengunjuk rasa. Akan tetapu dari sejak awal, Sekretaris Kabinet sudah mengingatkan, dalam penyelesaian persoalan ini jangan menggunakan pendekatan hukum, namun mengedepankan kemanusiaan.

“Kenapa demikian? Sebab pemerintah paham legal standing teman-teman eks AMT lemah. Pertama, tak punya hubungan ketenagakerjaan dengan PT Pertamina Patra Niaga. Kedua, berdasar UU, mereka masuk kategori sopir angkutan jarak jauh. Artinya, tak masuk ke dalam ketentuan waktu kerja dan waktu kerja lembur yang diatur UU 13/2003,” pungkas Ridwan.@Rel-Licom

Baca Juga:  139 perusahaan diapresiasi Pelindo III di “Malam Penganugerahan Pelanggan Pelindo III Sinergi Bersama Membangun Negeri”

Foto: Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Ridwan Hisjam : “Pembajakan mobil tangki Pertamina itu merupakan kriminalitas yang berbahaya!” Foto,golkarjatim,ist