Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parwansa membantah tudiangan Ketua Umum PPP Romahurmuziy (Romi) bahwa dirinya pernah menyampaikan aspirasi agar Haris Hasanudin ditunjuk sebagai Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenang) Jatim.

Khofifah menyampaikan, dirinya terakhir bertemu Romi saat pelantikan sebagai gubernur Jatim di Istana Negara, Jakarta pada 12 Februari 2019. Saat itu, tidak ada perbincangan apapun kecuali ucapan selamat.

“Mas Romy memberi selamat, saya jawab maturnuwun (terimakasih), nyuwun pangestu (minta doanya). Makanya saya kaget dibilang memberi rekomendasi, dalam bentuk apa?” kata Khofifah usai menghadiri HUT ke-39 Dewan Kerajinan Nasional Daerah Jawa Timur di Gedung Grahadi Surabaya, Sabtu (23/03/2019).

Meski begitu, Khofifah membenarkan bahwa Haris Hasanudin merupakan menantu dari M. Roziki, mantan koordinator tim sukses Khofifah – Emil Dardak pada Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2018 lalu. Namun, kata dia, posisi tersebut tidak memiliki kaitan dengan pengangkatan Haris sebagai Kakanwil Kemenag Jatim.

“Yang namanya open bidding ya open bidding, kalau tak penuhi kualifikasi ya tidak bisa. Kalau golongannya tidak nutut (sesuai) ya nggak bisa (jadi kakanwil),” katanya.

Mantan Menteri Sosial ini juga mengaku tidak mengenal Haris secara personal. Namun dirinya pernah bertemu dengan Haris di sebuah pengajian, raker pimpinan lembaga, dan diskusi data yang dilansir UIN Syarif Hadayatullah. “Pak Haris datang bersama tim, saya minta sama-sama melakukan pemetaan,” ucapnya.

Khofifah siap jika KPK akan mengklarifikasi ucapan Romy. Ia justru ingin membuktikan bahwa tidak ada praktek jual beli jabatan. “Mungkin ada yang membawa nama saya,” kata Ketua Umum PP Muslimat Nahdlatul Ulama ini.

Diketahui, saat diperiksa KPK pada Jumat kemarin Romy mengatakan ada rekomendasi dari Khofifah dan Asep Saifudin Chalim (ketua tim sukses Khofifah di pilgub) agar menjembatani pengangkatan Haris sebagai Kakanwil pada Kementerian Agama.

Namun pada Jumat malam pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah itu juga membantah pernyataan Romy. “Rekomendasi itu kan tertulis. Saya tak pernah memberi rekom tertulis, cari kalau ada,” katanya pada wartawan.

Asep menuturkan bahwa saat dimintai pendapat soal Haris ia mengatakan bahwa yang bersangkutan pernah mengaji padanya tiga tahun. Ia tak menyangkal kenal Haris sejak lama.@LI-13

CAPTION: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parwansa di Gedung Negara Grahadi Surabaya. FOTO: kompas