LENSAINDONESIA.COM: Bupati Bojonegoro, Anna Muawanah meminta industri migas mampu mendongkrak peningkatan PAD (Pendapatan Asli Daerah) Kabupaten Bojonegoro mencapai 100 persen.

Sebab di tahun lalu belum mencapai Rp 500 miliar, dan kini diharapkan menjadi Rp 1 triliun di tahun 2019.

Nanang Abdul Manaf, President Director PT Pertamina EP menyampaikan, dukungan perusahaan kepada Pemerintah Daerah sesuai visi dan misi Pertamina EP untuk tumbuh bersama lingkungan di daerah operasi serta memberikan nilai tambah bagi stakeholders.

“Kami jamin atas dukungan perusahaan. Namun, mohon Pemkab Bojonegoro juga bisa membantu penyelesaian proses perijinan yang merupakan aspek pemenuhan legalitas untuk melanjutkan kegiatan operasi,” tandas Nanang saat diwawancarai, Sabtu (23/03/2019).

Ia menambahkan, Pertamina EP sangat berharap perijinan yang terkait kelangsungan operasi tidak tertahan karena proses formalitas perijinan. Sebab kegiatan operasi berpengaruh pada pencapaian target produksi.

“Bila itu tercapai, tentu akan ada investasi, membuka lapangan kerja dan akan bisa menyumbangkan tambahan PAD Kabupaten Bojonegoro lewat perputaran perekonomian,” tandasnya.

Direktur Pertamina EP dan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Ridwan Hisjam sebelumnya juga berkunjung ke rumah dinas Bupati Bojonegoro, Anna mengaku gemas sebab PAD Bojonegoro belum sampai Rp 500 miliar.

“Saya minta dukungan, bagaimana caranya PAD Bojonegoro bisa mendekati Rp 1 triliun. Peningkatan PAD ini menjadi prioritas saya,” tegas Nanang.

Sementara itu, Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa, Ali Masyhar juga menegaskan, semua masukan dan harapan Pemkab Bojonegoro akan benar-benar menjadi perhatian dari SKK Migas dan KKKS.

“Komitmen itu tak perlu diragukan, tentu dengan tetap memperhatikan ketentuan yang berlaku. Harapannya hanya satu, yakni Pemda bisa mempercepat perijinan yang diperlukan kegiatan hulu migas, sehingga target-target tahun 2019 yang telah ditetapkan Pemerintah bersama DPR bisa tercapai,” tutur Ali.

Secara terpisah, Ridwan Hisjam dari Komisi VII DPR memaparkan, target lifting migas bisa saja tercapai jika program kerja Pertamina EP berjalan sesuai jadwal dan tepat waktu. Komisi VII DPR RI akan tetap mendukung Pertamina.

“Rasanya kami perlu mengingatkan perlunya penguatan sinergi dan dukungan dari PemKab Bojonegoro, agar produksi dan target lifting migas dari Pertamina benar-benar bisa dicapai,” ucap Ridwan.

Seperti diketahui, Kabupaten Bojonegoro kini menjadi salah satu tulang punggunh penghasil minyak dan gas nasional.

Dari lapangan Banyuurip yang dikelola Exxon Mobil Cepu, Limited, Bojonegoro menyumbang 210.000 barel minyak per hari. Karena itu, Bojonegoro mendapat Dana Bagi Hasil (DBH) migas lebih dari Rp 2,7 triliun di tahun2018.@Rel-Licom

Foto: Area tambang migas, ilust-ist.