Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.   
Gelapkan uang puluhan ribuan Dolar AS dan SGD, Rinaldo Daniel divonis 3,5 tahun penjara
Terdakwa penggelapan uang puluhan ribu dolar AS dan SGD Rinaldo Daniel Pranata saat mendengar pembacaan vonis hakim di Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (25/03/2019). FOTO: rofik-LICOM
HEADLINE DEMOKRASI

Gelapkan uang puluhan ribuan Dolar AS dan SGD, Rinaldo Daniel divonis 3,5 tahun penjara 

LENSAINDONESIA.COM: Majelis Hakim Pengadilan Negeri Surabaya menjatuhkan vonis 3,5 tahun penjara terhadap Rinaldo Daniel Pranata, terdakwa penggelapan uang senilai 62 ribu Dolar Amerika Serikat dan 8 Ribu Dolar Singapura (SDG).

Vonis ini lebih tinggi dari tuntuntan jaksa penuntu umum (JPU) yang sebelumnya menuntut terdakwa 2,5 tahun penjara.

Ketua Majelis Hakim Jihad Akranuddin menyatakan, bahwa terdakwa sering berbelit dan memberikan keterangan palsu dalam sidang, yang menjadi pertimbangan menjatuhkan putusan lebih tinggi dari tuntutan Jaksa.

“Yang memberatkan,terdakwa sering berbelit dan memberikan keterangan Palsu dalam sidang. Dan adapun yang meringankan, terdakwa tidak pernah menjalani hukuman dan bersikap sopan,” terang Hakim Jihad dalam sidang di Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (25/03/2019).

“Setelah melakukan perundingan dengan Hakim Anggota, Majelis menimbang dan memutuskan pidana selama 3,5 tahun penjara terhadap terdakwa Rinaldo Daniel Pranata dan tetap ditahan,” tambah Hakim Jihad dalam membacakan amar putusan.

Selain menjatuhkan vonis pidana penjara 3,5 tahun Ketua Majelis Hakim juga memerintahkan jaksa penuntut umum untuk mengembalikan barang bukti kepada saksi Korban, Benny Wijaya.

“Barang bukti berupa Uang tunai 3000 Dolar Singapura, dua unit Ponsel Iphone dan satu unit motor Honda Vario agar segera dikembalikan kepada saksi korban Benny Wijaya. Sementara Tas ransel milik terdakwa, dirampas untuk dimusnahkan,” pungakas Hakim Jihad.

Usai mendengarkan vonis yang dijatuhkan lebih berat dari tuntutan Jaksa, melalui kuasa hukumnya, terdakwa Rinaldo Daniel Pranata menyatakan pikir-pikir. Pihaknya belum memutuskan upaya banding. “Kami pikir-pikir Majelis,” ungkapnya.

Sementara, saksi korban Benny Wijaya yang selalu hadir dalam sidang, mengaku puas atas putusan Majelis Hakim yang telah memberikan vonis lebih tinggi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Maryani Melindawati dari Kejari Surabaya.

Baca Juga:  Dituding aniaya anggota Rawon, Wankum FC balik laporkan kasus dugaan pengeroyokan ke polisi

“Kami sangat puas dengan putusan Hakim, dan ini lebih relevan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntut 2,5 tahun penjara,” ungkapnya.

Saksi korban juga menyatakan, atas putusan tersebut, dirinya telah mendapat keadilan sebagai mana atas kerugian yang dialaminya. “Atas perbuatan terdakwa, saya mengalami kerugian sangat besar, dan vonis yang dijatuhkan Majelis hakim sudah sesuai,” pungkasnya.

Pada sidang sebelumnya, dalam keterangannya, terdakwa mengaku selama melarikan diri ke Badung, Bali, terdakwa telah menghabiskan uang 50 ribu Dolar Amerika untuk foya-foya yang sempat dinyatakan diserahkan kepda ibunya Lani Prayogo dihadapan penyidik yang sempat terekam video yang kemudian dibantah oleh Lani.

“Uang itu sudah habis buat foya-foya pak Hakim, selama saya di Bali,” ungkapnya menjawab pertanyaan Hakim Jihad Akranuddin.

Dalam rekaman video, terdakwa sempat meminta kepada ibunya dihadapan penyidik Unit Jatanras Polrestabes Surabaya, agar uang tersebut yang diserahkan di toilet SPBU Badung, Bali, untuk dikembalikan kepada korban, untuk memperingan hukuman terhadap dirinya.

Terdakwa yang sempat mengaku ditekan oleh penyidik untuk mengakui perbuatannya dan mengingkari BAP, saat disinggung motor yang merupakan inventaris dari korban, saat ditanya oleh ketua Mejelis Hakim Jihad Akranuddin, kembali mengingkari pernyataannya dalam BAP.

“Itu motor saya membeli pada korban, dengan cara dicicil yang langsung dipotong dari gaji,” ungkapnya.

Pernyataan terdakwa tersebut memancing emosi Jaksa Penuntut Umum (JPU) Maryani Melindawati dari Kejari Surabaya.” Kamu dalam BAP mengaku bahwa motor itu milik korban yang dijadikan inventaris, sekarang kamu mengaku membeli dari korban, dan kamu sudah beberapa kali mengingkari BAP mu sendiri,” tanya JPU Maryani emosi.

Perlu diketahui, terdakwa melakukan penggelapan, Jumat (19/10/2018) setelah dirinya diminta menyetorkan uang 62 ribu dolar Amerika dan 8 ribu Singapura ke MayBank cabang PTC Surabaya. Terdakwa tidak menyetorkan uang tersebut, namun membawanya lari dan bersembunyi di Badung, Bali.@rofik

Baca Juga:  Praktisi hukum Unair sarankan Ratih Retnowati hindari status DPO

CAPTION: 
Terdakwa penggelapan uang puluhan ribu dolar AS dan SGD Rinaldo Daniel Pranata saat mendengar pembacaan vonis hakim di Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (25/03/2019). FOTO: rofik-LICOM