LENSAINDONESIA.COM: Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Jawa Timur, Heru Tjahjono membuka Football for Peace Jawa Timur 2019 di Lapangan KONI Jawa Timur, Minggu sore (24/03/2019).

Turut menghadiri pembukaan, Ketua Harian KONI Jatim, M Nabil; Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Kadispora) Jatim, Supratomo; mantan Ketua DPRD Jatim, Imam Sunardi; serta para pihak sponsor.

Program untuk pengembangan sepakbola bagi generasi milenial di Jatim ini digelar mulai 24 sampai 27 Maret 2019 di lapangan KONI Kertajaya, Surabaya dan di lapangan sepakbola Universitas Pesantran Tinggi Darul Ulum Jombang pada 1-4 April 2019.

Heru Tjahjono menyampaikan, Football for Peace ini akan mengajarkan kedisiplinan pada pelatih dan pemain sepakbola usia dini Jatim. Menurutnya, faktor tersebut menjadi dasar kesuksesan persepak bolaan Indonesia, termasuk di Jatim.

“Disiplin ini harus bisa diterapkan kepada anak-anak kita, pemain sepak bola kita. Disiplin juga harus dilakukan pelatih. Contohnya, pelatih jangan merokok untuk memberikan contoh bagi yang dilatih,” jelasnya.

Ia berharap, Football for Peace Jawa Timur 2019 yang terselenggara dari hasil bekerja sama dengan PT Pilar Bangun Sentosa dan ID.SPORTS Management ini bisa menghasilkan pemain sepakbola yang handal, disiplin, dan tentunya berintegritas.

“Jadi targetnya ini untuk Jatim. Jatim kembali menjadi barometer sepak bola nasional,” katanya.

Heru Tjahjono menyampaikan, saat ini Zakrul Azhar As’ad (Gus Han) selaku ketua panitia kegiatan sudah mulai membantu untuk membangun anak-anak kita menjadi pemain bola dengan kegiatan coaching clinic ini. “Kegiatan ini terselenggara murni dari sponsor swasta non APBD,” jelasnya.

Pembukaan Football for Peace Jawa Timur 2019, Minggu (25/03/2019). FOTO: fredy-LICOM

Sementara itu Gus Han menyampaikan, Football for Peace Jawa Timur 2019 ini digelar agar para generasi milenial dapat belajar banyak tentang karakter, menghargai nilai-nilai, menjunjung tinggi Bhineka Tunggal Ika dan juga bisa menjadi pemimpin di lingkungannya.

“Terselenggaranya program ini adalah bentuk kongkrit dari partisipasi masyarakat yang ingin perkembangan olahraga khusnya sepakbola di Jawa timur. Saya harapkan bisa bermanfaat. Melalui olahraga kita bisa membangun budaya karakter dari masyarakat-masyarakat Jawa timur yang sportif dan friendly dan respek,” paparnya.

“Justru dari sini kita bangun yang kecil-kecil, jika kita tidak bisa mengurus yang sepuh-sepuh, maka kita ngurus yang kecil-kecil ini salah satu kegiatan kongkrit dari pada mengeluh saja jadi ini langkah konkrit. Saya harap menjadi semacam pancingan terhadap masyarakat lainnya,” tambah Gus Hans.

Pengasuh Ponpes Queen Al Azhar Darul Ulum Jombang itu mengatakan, pada program Football for Peace ini juga akan diadakan pelatihan (coaching clinic) bagi siswa-siswa sekolah, guru-guru olahraga dan orang tua siswa sebanyak 100 orang.

Setelah itu, acara Football For Peace Jawa Timur ini dilanjutkan pada tanggal 1-4 April 2019 di lapangan sepak bola Universitas Pesantran Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Jombang dengan program berupa pelatihan bagi 100 santri di pondok pesantren tersebut kemudian dilanjutkan dengan “Festival Sepak Bola Sarung”.

Adapun pelatih yang akan memimpin seluruh rangkaian program ini adalah pelatih-pelatih yang sudah handal dan berpengalaman dalam program Football For Peace.

“Football For Peace Jawa Timur ini merupakan rangkaian pembuka untuk program pelatihan yang akan digelar pada September nanti. Ajang ini menghadirkan pelatih-pelatih dari luar negeri,” terangnya.

Pelatihan di lapangan sepakbola Unipdu ini tujuannya untuk mengirim anak-anak hasil pelatihan ini ke Spanyol agar menjadi pemain sepak bola yang hebat dan berkarakter.@fredy