Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Kali Surabaya diruwat dengan khataman Al Quran dan tebar 50 ribu bibit ikan
Konsorsium Lingkungan Hidup (KLH) menggelar khataman Quran dan tebar 50 ribu bibit ikan di Kali Surabaya, Minggu (31/03/2019). FOTO: sarifa-LICOM
HEADLINE JATIM RAYA

Kali Surabaya diruwat dengan khataman Al Quran dan tebar 50 ribu bibit ikan 

LENSAINDONESIA.COM: Kelestarian lingkungan Kali Surabaya terus dijaga. Konsorsium Lingkungan Hidup (KLH) berkomitmen memperbaiki kualitas air di Kali Surabaya dengan banyak upaya.

Seperti menggelar Ruwatan Kali Surabaya yang ke-8 dalam rangka memeringati Hari Air Sedunia 2019 di Kompleks Rolak Outbond Kids Surabaya, Jalan Raya Karah Surabaya. KLH bersama Dinas Kelautan dan Perikanan Jatim dan sejumlah pihak menebar bibit ikan biota asli penghuni di kali tersebut hingga sebanyak 50 ribu bibit ikan.

“Bibit ikan sungai yang ditebar ini asli biota Kali Surabaya yaitu Bader Merah, Betik dan Wader. Tujuannya menumbuhkan ekosistem sungai,” ujar Direktur KLH Imam Rochani pada LICOM, Minggu (31/03/2019).

Pihaknya mengaku prihatin dengan banyaknya pencemaran di Kali Surabaya, sehingga kesadaran menjaga lingkungan sekitar sungai harus terus disosialisasikan kepada semua kalangan masyarakat.

“Kami lakukan penyuluhan lewat patroli air juga ruwatan sungai sejak tahun 2000. Alhamdulillah tahun 2003 kehidupan biota di sungai sudah mulai ada sampai sekarang, meskipun pencemaran tidak bisa kita hilangkan tapi fluktuasinya bisa diatasi,” jelasnya.

Selain itu, upaya perbaikan kualitas air di Kali Surabaya juga diperlukan karena air di sepanjang sungai itu jadi sumber bahan baku air minum masyarakat di Kota Surabaya, Gresik hingga Sidoarjo.

Sementara, Camat Jambangan Kota Surabaya Anna Fajriatin menambahkan upaya melestarikan lingkungan sungai juga didukung dengan perilaku masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran Kali Surabaya.

“Kami di Kecamatan Jambangan, Alhamdulillah bisa ikut mengajak masyarakat yang tinggal di bantaran sungai untuk melakukan program ‘balik kanan’. Yakni rumah-rumah mereka yang dulunya membelakangi sungai, sekarang diubah menjadi menghadap ke sungai dan depan rumah warga ada jalan inspeksi,” ungkapnya.

Baca Juga:  Perintahkan Dirut Pertamina dan Ahok secepatnya bangun kilang minyak, Jokowi: 32 tahun enggak bisa, kebangetan!

Untuk total rumah yang telah berhasil mengikuti program itu, lanjut Anna, yaitu sepanjang 3-4 kilometer mulai dari Kelurahan Karah sampai Kelurahan Pagesangan.

“Sudah hampir semua rumah di sepanjang bantaran sudah ‘balik kanan’. Ini murni atas kesadaran warga sendiri dengan upaya pendekatan dengan sosialisasi, door to door ke warga. Alhamdulillah mereka kesadaran sendiri dan dananya sendiri untuk memundurkan dan membalikkan rumahnya ke arah Kali Surabaya,” tandasnya.

Peringatan Hari Air Sedunia tahun 2019 oleh KLH juga diisi dengan banyak acara yaitu ngaji khataman Quran di atas perahu di Kali Surabaya, lomba mewarnai PAUD se-Surabaya, Parenting dan Dongeng untuk anak-anak.@sarifa