LENSAINDONESIA.COM: Budayawan Emha Ainun Najib (Cak Nun) meragukan ancaman people power yang akan dilakukan Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais bila ditemukan kecurangan dalam Pemilu 2019. Cak Nun pesimis, gerakan people power Amien Rais itu bakal terwujud.

Menurut Cak Nun, perubahan besar di Tanah Air hanya bisa terwujud apabila terjadi empat peristiwa akbar seperti bencana alam, endemik penyakit dan revolusi.

“Kami ada semacam asumsi, hampir mendekati hopotesis tapi belum sampai kesimpulan, bahwa jenis manusia Indonesia hanya bisa berubah melalui empat hal,” kata Cak Nun dalam sebuah acara diskusi di Semarang, Jawa Tengah, Rabu (03/04/2019).

Cak Nun menjelaskan, pandangan itu diambil berdasarkan aspek antropologis dan budaya masyarakat Indonesia yang dia pelajari selama 20 tahun belakangan bersama komunitas Ma’iyah Kiai Kanjeng.

Cak Nun menyatakan tatanan Indonesia baru bisa berubah apabila terjadi; pertama, bencana alam besar-besaran; kedua, endemik penyakit menular yang bersifat massal; dan ketiga, revolusi yang digerakkan oleh pemimpin.

“Revoluasi oleh pemimpin itu bukan revolusi untuk jadi pemimpin. Kalau people power kan ada petentangan vertikal antara bawah dan atas, ada mobilisasi. Saya tidak percaya Indonesia bisa melakukan itu,” ungkap Cak Nun.

Sedangkan yang keempat, revolusi yang dilakukan oleh Presiden. Menurut Cak Nun, revolusi jenis ini pada dasarnya revolusi berpikir atau revolusi mental.

“Kita sudah ada revolusi mental, cuma enggak ngerti ternyata. Karena mental itu akibat dari formasi pikiran dan paham spiritualnya. Siapa manusia, apa hubungannya dengan alam, binatang, langit, termasuk lingkungan hidup,” ungkap pria suami Novia Kolopaking ini.

Cak Nun menyatakan sebenarnya perubahan besar yang mendekati revolusi pernah terjadi pada peristiwa kejatuhan Soeharto pada 1998. “Kita punya pengalaman Pak Harto pada 1998. Jalannya udah bagus, cuma (akhirnya) rewel sesama teman yang berjuang,” terang Cak Nun.

Dari empat syarat tentang perubahan bedar di atas, kata Cak Nun, ancaman people power yang diumbar Amien Rais itu tidak mungkin terwujud. “Saya tidak percaya ada people power, paling yang terjadi benturan horizonal,” beber Cak Nun.

Menurut Cak Nun, people power baru bisa terwujud apabila ada tokoh yang menjadi pawang nasional. Tokoh ini harus mampu merangkul semua kelompok masyarakat. “People power baru bisa kalau ada pawang nasional di mana semua kelompok merasa lega hati dengan anda. Kalau hanya tokoh segmented atau imam besar kaum muslimin Indonesia atau apa, tapi yang lain kan enggak mungkin ada revolusi yang berguna di situ,” beber Cak Nun.

Seperti diketahui, pada Apel Siaga Umat 313, Minggu, 31 Maret 2019 di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta Pusat, Amien menebar ancaman people power.

Menurut Amien, Dewan Pembina Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno itu people power bakal keluar apabila terjadi kecurangan Pemilu 2019. Amien tidak percaya Mahkamah Konstitusi bisa menyelesaikan sengketa Pemilu.@LI-13/medcom

 

 

 

CAPTION: Budayawan Emha Ainun Najib (tengah) saat menjadi pembicara dalam salah satu diskusi di Semarang, Jawa Tengah, Rabu, 3 April 2019. FOTO: Medcom/ Mustholih