LENSAINDONESIA.COM: Sidang kasus dugaan korupsi dana kapitasi Pukesmas Porong, Kabupaten Sidoarjo kembali di lanjutkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya, Jumat (05/04/2019).

Dalam sidang yang mengendakan keterangan saksi ini, jaksa penuntut umum (JPU) menghadirkan enam orang saksi yang terdiri dari staf Pukesmas Porong.

Para saksi dihadirkan untuk memberikan keterangan mengenai apakah keberatan atau tidak dengan adanya pemotongan gaji 15% untuk digunakan menggaji tenaga honorer tersebut.

Dari keterangan ke enam saksi ada yang dibenarkan dan ada yang tidak oleh terdakwa mantan Kepala Pukesmas Porong Esti Handayani, salah satunya keterangan dari saksi Sugiono yang menyatakan bahwa terdakwa sering memerintah saksi (Sugiono) untuk menjemput saat pas kegiatan. Namun, keterangan saksi langsung dibantah oleh terdakwa, seingat saya tidak pernah meminta saudara menjemput saya.

“Untuk pak Sigiono, seingat saya tidak pernah meminta saudara untuk menjemput saya,” ucap, terdakwa Esti Handayani dalam persidangan yang digelar diruang Cakra Pengadilan Tipikor Surabaya.

Selain itu, keterangan saksi lain yakni Bendahara Pukesmas Porong menyatakan, saya sebagai bendahara saat itu memang saya tidak mau mencairkan uang bila mana tidak ada tanda tangan Bu Esti. Bahkan, sering saya sampaikan juga saat didalam forum.

“Saya selaku Bendahara tidak mau mencairkan uang kalau tidak ada tanda tangan Bu Esti, karena saya tau kalau ini sangat sensitif dan sering saya sampaikan didalam forum juga,” terang saksi yang menjabat sebagai Bendahara Pukesmas Porong ini kepada majelis hakim yang diketua I Wayan Sosiawan.

Pada sidang sebelumnya, Jaksa menghadirkan 3 saksi yang ada di Berita Acara Pemeriksaan (BAP), dan pada saat di hadirkan dalam persidangan saksi mengaku tidak keberatan gajinya dipotong dan mencabut semua keterangan yang ada di BAP dikarenakan ada penekanan dari penyidik yang ditangani Kepolisian Daerah Jatim.@Arief

 

CAPTION: 
Suasana sidang kasus korupsi dana kapitasi Pukesmas Porong di Pengadilan Tipikor Surabaya, Jumat (05/04/2019). FOTO: arief-LICOM