LENSAINDONESIA.COM: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut kasus korupsi APBD Perubahan 2015 Pemkot Malang. Terbukti, Wali Kota Malang Sutiaji kembali diperiksa, Rabu (10/04/2019).

Selain Sutiaji, KPK juga memeriksa 15 saksi lainya. Mereka diantaranya Sekda Kota Malang Wasto, mantan Anggota DPRD Kota Malang Subur Triono, anggota DPRD Kota Malang Tutug Retno Widianti. Lalu ada nama Teddy Priyadi dan Totok Prasetyo, Nurachman, Ajeng. Lalu Kepala DPUPR Hadi Santoso serta Kepala Sekwan Mulyono dan Oemy Sugiarti (istri mantan Ketua DPRD Kota Malang, Arief Wicaksono).

Pemeriksaan para saksi yang langsungkan di Aula Sanika Satyawada Polres Malang Kota ini dilakukan secara bergiliran.

Wali Kota Malang Sutiaji usai diperiksa KPK di Mapolres Malang Kota, Rabu (10/04/2019). FOTO: Aji-LICOM

Pantauan di lapangan Wali Kota Sutiaji datang membawa map dan langsung memasuki Aula Sanika Satyawada. Dia menemui penyidik KPK. Ruang penyidikan nampak tertutup rapat meski tanpa dijaga polisi sebagaimana biasanya.

Usai diperiksa Sutiaji mengaku diperiksa sebagai saksi terkait tersangka mantan Sekkota Malang, Cipto Wiyono.

Ia juga mengatakan bila materi pertanyaan penyidik sama dengan sebelumnya. “Materi pertanyaan sama dengan sebelumnya. Bedanya kali ini untuk tersangka Pak Cipto Wiyono, mantan Sekkota,” jelasnnya.

Sutiaji menyebut bahwa materi pertanyaan itu terkait tiga hal, diantaranya masalah uang Pokir pembahasan APBD Perubahan 2015, kasus sampah dan fee 1 persen. “Ya, materinya soal itu,” katanya.

Pengakuan senada juga diungkapkan mantan anggota DPRD Kota Malang Subur Triono. “Sama materinya dengan sebelumnya. Ya soal sampah, Pokir dan fee 1 persen,” jelas dia.

Sementara itu, Jubir KPK Febri Diansyah mengakui bila tim penyidik ada kegiatan di Malang. “Itu terkait pengembangan kasus yang terjadi di Malang,” kata dia.

Karena itu Febri berjanji akan  memberikan keterangan lengkap setelah pemeriksaan  pada saksi selesai. “Tunggu ya,” katanya.

Diketahui, kasus Pokir untuk APBD Perubahan 2015 itu KPK sudah menyeret 41 anggota dewan dan dua eksekutif.

Bahkan mantan Wali Kota Malang, HM Anton, Mantan Kepala DPUPR Djarot Edi Sulistyono serta mantan Ketua DPRD Kota Malang Arief Wicaksono sudah divonis dan kini menjalani masa hukumannya.@aji

CAPTION:
Wali Kota Malang Sutiaji (lingkar merah) saat diperiksa KPK di Mapolres Malang Kota, Rabu (10/04/2019). FOTO: Aji-LICOM