Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Dua anggota polisi, Aiptu Ali Sadikin (49) dan Aiptu Rudi Firmanto (48) serta dua warga sipil, Agus Zainal Abidin (28) warga Desa Suko, Sidoarjo dan Sutrisno (40) asal Lamongan, menjadi korban pengeroyokan puluhan pria berambut cepak, Minggu (14/4/2019) sekitar pukul 04.30 WIB.

Informasi yang dihimpun Lensa Indonesia dari berbagai sumber, kasus bermula saat Agus Zainal Abidin melapor ke Polsek Kota Sidoarjo karena mobilnya Honda BRV hitam W 1901 TX, dirusak dan kaca belakang dipecah di jalan kembar arah Kolam Renang Gor Sidoarjo.

Setelah menerima laporan, dua petugas Piket Reskrim Aiptu Ali Sadikin dan Aiptu Rudi Firmanto langsung mengajak korban menuju lokasi untuk melakukan cek TKP (Tempat Kejadian Perkara).

Saat sedang memeriksa mobil dan sekitarnya, mendadak sekitar 20 pria berambut cepak datang mendekat. Tanpa basa-basi, gerombolan pria badan teģap langsung menyerang dua anggota polisi yang sedang menjalankan tugasnya tersebut.

Karena kalah jumlah, keempat korban cuma bisa melindungi diri agar tak terlalu banyak kena pukulan dan tendangan. Para pelaku yang puas melakukan aksinya dengan arogan langsung pergi setelah melihat banyak warga mendekat dan melihat.

Para korban kemudian ditolong warga untuk mendapat pengobatan di RSUD Sidoarjo. Mereka rata-rata mengalami lebam di wajah serta mulut berdarah akibat dihujani pukulan.

Salah satu pemilik warung kopi di kawasan tersebut mengaku para pelaku sebelum melakukan aksi pengeroyokan sempat mampir di tempat usahanya. Bahkan puluhan pria berambut cepak itu tak membayar pesanan kopi dengan total jumlah Rp 106 ribu. “Mereka main pergi saja setelah memukuli bapak-bapak polisi tadi,” jelas pria yang meminta namanya tak dicantumkan ini.

Atas kejadian ini, Kapolsek Sidoarjo Kota langsung melapor Ke Polres Sidoarjo. Petugas yang datang ke lokasi langsung melakukan penyisiran dan menemukan helm hijau berlogo salah satu kesatuan TNI yang tertinggal di warkop. Helm hijau dengan logo Yon Kav diduga milik salah satu pengeroyok.

Pada helm itu tertempel stiker KIKAV3/TSC. Diduga stiker tersebut identik dengan Kompi Kavaleri Panser 3/Tupai Setia Cakti yang bermarkas di Jl Raya Sumput, Sarirogo, Sidoarjo.

Hingga berita ini diunggah, kasus masih dalam penyelidikan Polresta Sidoarjo dengan backup Polisi Militer dan Denpom TNI. @LI-15