Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Ridwan residivis dan terdakwa perkara perjudian judi Togel online mendapat ‘perlakuan istimewa’. Sebab, kasusnya hanya diproses dengan sekali sidang.

Sidang perdana terhadap terdakwa Ridwan, Jaksa penuntut umum (JPU) Fathol Rosyid dari Kejari Sirabaya, usai membacakan surat dakwaan langsung memohon kepada majelis Hakim, agar keterangan saksi dibacakan, karena saksi mangkir.

“Langsung pada keterangan saksi (Polisi) yang mulia, saksi sudah dua kali kami panggil, tapi tidak bisa hadir dan sekarang sedang Pam Pemilu,” ujar Jaksa Fathol di Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (15/04/2019).

Dalam keterangan yang saksi yang dibacakan Jaksa Fathol, terdakwa Ridwan dibekuk anggota Polsek Tenggilis, Sabtu (12/1/2019) sekitar pukul 15.30 WIB, di warung kopi Jl Kedung Asem, dan ditemukan barang bukti Rp 370 ribu hasil dari para pemasang.

Sidang yang dilanjutkan dengan pembacaan tuntutan, Jaksa penuntut umum (JPU) Fathol Rosyid menuntutnya dengan pidana selama 7 bulan penjara.” Terdakwa terbukti melanggar pasal 303 KUHP dan menuntut pidana selama 7 bulan penjara,” ungkapnya.

Usai mendengar tuntutan, terdakwa yang diketahui sebagaibresidivis saat diperiksa Hakim, memohon kepada agar mendapat keringanan hukuman.” Saya mohon diringankan pak Hakim, sama dengan hukuman yang sebelumnya (5 bulan),”ungkap terdakwa.

Mendengar permohonan tersebut, majelis hakim menolak permohonan keringanan terdakwa yang meminta 5 bulan penjara.” Saudara ini residivis, tidak bisa kami putus sama. Ya udah 6 bulan,” pungkas Hakim Cokorda seraya mengetuk palu.

Ditemui usai sidang, Jaksa Fathol Rosyid yang menyatakan saksi (polisi) yang dua kali mangkir saat dipanggil sebelum sidang, menyatakan tidak ada masalah,” memang ada masalah,” ucapnya singkat.@rofik

CAPTION: 
Ridwan terdakwa kasus togel menjalani sidang di Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (15/04/2019). Kasus togel ini diproses hanya dengan sekali sidang. FOTO: rofik-LICOM