Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Tabrak wali murid Marlion School, Imelda Budianto jadi tahan kota
Imelda Budianto saat menjalani pemeriksaan. FOTO: rofik-LICOM
HEADLINE JATIM RAYA

Tabrak wali murid Marlion School, Imelda Budianto jadi tahan kota 

LENSAINDONESIA.COM: Imelda Budianto, tersangka kasus penganiayaan yang menyebabkan korban Lauw Vina alias Vivi luka berat, dilimpahkan penyidik Polsek Sukomanunggal ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya, Senin (15/04/2019).

Selain tersangka, dilimpahkan pula barang bukti berupa mobil Sienta dengan nomer L 1868 TC. Mobil tersebut digunakan tersangka untuk menubruk korban.

Kepala Kejari Surabaya Teguh Dharmawan menyatakan, tersangka dijerat dua pasal yakni 351 ayat 1 dan pasal 360 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

“Barang bukti yang diserahkan berupa mobil dan juga payung, dan juga ada flasdisk. Jadi itu alat bukti yang disita penyidik kemudian diserahkan ke penuntut umum yang nantinya digunakan untuk alat bukti di persidangan,” ujarnya.

Terkait status tersangka, Teguh menyatakan bahwa pihaknya menahan tersangka dengan tahanan kota. Jadi tersangka tidak diperkenankan berada di luar kota Surabaya.

“Mulai Senin besok tersangka juga diwajibkan untuk lapor ke sini (Kejaksaan),” tambahnya.

Teguh menambahkan, pihaknya tidak melakukan penahanan di Rutan pada tersangka karena pertimbangan tersangka memiliki anak yang masih kecil, selain itu tersangka juga kooperatif.

Sementara kuasa hukum pelapor, Andry Ermawan menyatakan kecewa karena tersangka hanya berstatus tahanan kota. Dia berharap tersangka ditahan di Rumah Tahanan karena tidak ada itikad baik dari tersangka untuk meminta maaf.

“Tapi kita tidak bisa berbuat apa-apa karena itu adalah kewenangan Kejaksaan, jadi kita lihat saja nanti di persidangan semoga pak hakim bisa melihat kasus ini secara proesional,” ucapnya.

Kasus ini terjadi pada 25 Januari 2019 lalu. Saat itu, dua orang ibu-ibu menjemput anaknya di sekolah Marlion Internasional. Saat berada di parkir sekolah, Vivi (pelapor/korban) yang belum dapat parkir menghalangi mobil Imelda (terlapor/tersangka).

Baca Juga:  Dituduh gelapkan 1.136 kg emas, Eksi Anggraeni gugat PT Antam dan Bos Plaza Marina

Saat pelapor sudah dapat parkiran, Imelda ini masih emosi dan membunyikan klakson mobil terus menerus namun tidak dihiraukan oleh pelapor. Nah saat itulah tiba-tiba mobil Imeldaini meluncur dan menabrak Vivi hingga terlapor mengalami luka di kaki dan tangannya.@rofik

CAPTION: Imelda Budianto saat menjalani pemeriksaan. FOTO: rofik-LICOM