Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Hajatan panjang pesta demokrasi lima tahunan, berujung dengan selesainya pelaksanaan Pemilu 2019.
Proses hasil quick count atau hitung cepat Pilpres 2019, berlangsung hingga Rabu malam (17/4/2019).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, hasil hitung cepat Litbang Kompas terhadap Pilpres 2019 pada pukul 20.00 WIB, total suara sementara 87,90 persen, dengan rincian;

Nomor Urut 01 Joko Widodo – Ma’ruf Amin: 54,55% Persen; Nomor Urut 02 Prabowo Subianto – Sandiaga Uno: 45,45 Persen

Hasil quick count 9 lembaga survei lainnya terhadap Pilpres 2019, menyimpulkan Pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin unggul sementara dengan angka nyaris sama, dibanding perolehan suara pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Berikut rincian hingga antara pukul 19.40 WIB;

1. Poltracking Indonesia data 94,10 persen Jokowi-Maruf: 55,11 persen Prabowo-Sandiaga: 44,89 persen

2. Indikator Politik Indonesia data 88,04 persen Jokowi-Maruf: 54,12 persen Prabowo-Sandiaga: 45,88 persen

3. SMRC data 91,83 persen Jokowi-Maruf: 54,91 persen Prabowo-Sandiaga: 45,09 persen

4. Indobarometer data 92 persen Jokowi-Ma’ruf: 54,30 persen Prabowo-Sandiaga: 45,70 persen

5. Charta Politika data 94,15 persen Jokowi-Ma’ruf: 54,44 persen Prabowo-Sandiaga: 45,56 persen

6. LSI Denny JA data 97,05 persen Jokowi-Maruf: 55,38 persen Prabowo-Sandiaga: 44,62 persen

7. CSIS dan Cyrus Network data 95,05 persen Jokowi-Maruf: 55,60 persen Prabowo-Sandiaga: 44,40 persen

8. Median data 60,54 persen Jokowi-Maruf: 54,62 persen Prabowo-Sandiaga: 45,28 persen

9. Kedai Kopi data 75,15 persen Jokowi-Maruf: 52,17 persen Prabowo-Sandiaga: 45,5 persen

Litbang Kompas memroses quick count atau hitung cepat mengambil sampel berdasarkan pemilih dalam negeri. Populasi yang
digunakan berjumlah 185.732.093 pemilih, yang tersebar di 34 provinsi di seluruh Indonesia.

Sampel yang diambil sebagaimana dilansir Kompas.com, Rabu malam (17/4/2019) yaituh semua pemilih dari 2.000 TPS terpilih
yang tersebar di seluruh Indonesia. Metode penentuan TPS sampel dengan menggunakan teknik penarikan sampel secara acak sistematis berdasarkan jumlah data dari Daftar Pemilih Tetap (DPT) dalam negeri.

Dari total maksimal pemilih 185.732.093, dengan tingkat kepercayaan 99 persenga, praktis perkiraan resiko kesalahan
diperkirakan kurang dari 1 persen. @licom_09

Foto:
Momen akbar ‘kemesraan’ dua kutub elit politik di Indonesia terkini ini, akankah terulang? @dok.istimewa