Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.   
Rekapitulasi suara versi TKD Jatim: Jokowi-Ma’ruf 68 persen, Prabowo-Sandi 32 persen
Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jatim untuk pemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin Machfud Arifin. FOTO: Sarifa-LICOM
HEADLINE DEMOKRASI

Rekapitulasi suara versi TKD Jatim: Jokowi-Ma’ruf 68 persen, Prabowo-Sandi 32 persen 

LENSAINDONESIA.COM: Tim Kampanye Daerah (TKD) Jawa Timur untuk Jokowi-Ma’ruf Amin terus lakukan rekapitulasi perolehan suara pasangan capres-cawapres nomor urut 01 di wilayahnya.

Ketua TKD Jatim Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin mengatakan, rekapitulasi berdasarkan suara yang masuk ini dari laporan setiap saksi yang ditempatkan di TPS se-Jatim.

Data hingga Kamis (18/04/2019) sore, Jokowi-Ma’ruf diklaim unggul dari lawannya Prabowo-Sandiaga Uno dengan perolehan 68 persen berbanding 32 persen.

“Suara yang masuk 65 persen, saya rasa sudah stabil banget, bahkan kita bisa naik,” ungkap mantan Kapolda Jatim ini pada LICOM.

Lebih lanjut ia juga menyebut ada beberapa titik yang mengalami fluktuasi dari yang semula tertinggal menjadi unggul, begitu juga sebaliknya.

“Semalam Bojonegoro dibilang kalah ternyata masuk sekarang dapat informasi A1, Bojonegoro 67 persen, pihak sebelah 33 persen,” cetus dia.

Selain itu ada Kabupaten Probolinggo, Kota Probolinggo, serta Magetan yang di-update terbaru menjadi unggul Jokowi-Ma’ruf.

Sedangkan Sampang yang semalam unggul di update terbaru justru tertinggal dari pasangan Prabowo-Sandi.

“Tinggal 4 yang masih tertinggal walaupun belum final, yaitu mulai dari Sampang, Pamekasan, Sumenep, dan Pacitan, hanya 4 saja (yang tertinggal). Semuanya dikuasai 01,” beber Machfud Arifin.

Ditambahkan, adanya update data ini merupakan trend positif dibanding semalam dimana ada 7 daerah yang tertinggal. Meliputi Kota Probolinggo dan Kabupaten Probolinggo kemudian Pacitan, Bojonegoro, Magetan, Sumenep dan Pamekasan.@sarifa

CAPTION: Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jatim untuk pemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin Machfud Arifin. FOTO: Sarifa-LICOM

Baca Juga:  Kepala Kantor BPN Kota Bekasi dituding abaikan Peraturan Pemerintah