Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat Amir Syamsuddin menyampaikan, pihaknya masih bertahan menahan diri tidak keluar dari koalisi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno meski banyak ketidaksepahaman.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengeluarkan surat edaran kepada para kadernya. SBY memberikan arahan, satunya agar politisi Demokrat tak mengikuti kegiatan inkonstitusional. SBY juga meminta kader Demokrat di BPN Prabowo-Sandi untuk balik kanan.

“Belum ada pernyataan resmi kalau kita menarik diri,” tegas Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat Amir Syamsuddin seperti dikutip Medcom, Jumat (19/04/2019).

Menurut Amir, kader hanya ditarik ke markas Demokrasi di Wisma Proklamasi Nomor 41, Jakarta Pusat. Mereka membahas instruksi Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Kata Amir, Demokrat ingin mengantisipasi hal-hal inskonstisional yang berpotensi dilakukan BPN. Klaim kemenangan sepihak Prabowo Subianto-Sandiaga Uno membuat Demokrat tak nyaman.

Demokrat masih konsisten menunggu hasil real count Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai pegangan. Hasil survei internal BPN yang memenangkan Prabowo-Sandi tak bisa dijadikan patokan.

“Kita melihat ada potensi itu, sesuai dengan konstitusi dan undang-undang (UU), yang berwenang menentukan siapa yang pemenang itu kan KPU sebagai penyelenggara negara,” tegas Amir.

SBY sebelumnya memberi arahan pada kadernya melalui surat edaran. Salah satunya agar politikus Demokrat tak mengikuti kegiatan inkonstitusional.

SBY juga memastikan para pengurus dan kader Partai Demokrat tidak melibatkan diri dalam kegiatan yang bertentangan dengan konstitusi dan UU yang berlaku. Kader juga harus konsisten menjaga kebijakan pimpinan Partai Demokrat.

Melalui surat edaran, SBY juga menyebut ada ketegangan yang muncul dan membahayakan dunia politik maupun keamanan Indonesia. SBY juga meminta kader segera melapor bila terjadi kegentingan dan situasi mengarah konflik.

Surat itu ditembuskan ke Waketum Demokrat Syarief Hasan dan Komandan Kogasma Agus Harimurti Yudhoyono. Di bagian akhir surat, SBY memerintahkan kader Demokrat di BPN balik kanan untuk berkonsolidasi.@LI-13

CAPTION: Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat Amir Syamsuddin. FOTO: era.id/Wardhany