Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Glory Go Laundry, ujit usaha jasa laundry segmen mid low ini optimis menargetkan bisnisnya balik modal dalam waktu 2 tahun.

Optimisme tersebut muncul saat membuka cabang ketiga di kawasan Petemon Surabaya. Sebelumnya, Gliry Go Laundry telah membuka di area Dukuh Kupang dan Banyuurip Surabaya.

Gloria Charity, Founder Glory Go Laundry mengatakan, dua cabang sebelumnya direspon positif oleh pelanggannya. Bahkan, omset yang ia kantongi rata-rata mencapai Rp 30 hingga Rp 40 juta per bulannya.

“Hadirnya Glory Go Laundry ini untuk memenuhi kebutuhan jasa cuci di segmen menengah ke bawah. Dan kami optimis dengean omset sedemikian, kurun waktu maksimal 2 tahun bisnis kami bakal balik modal,” tandas Gloria kepada Lensaindonesia.com, Sabtu (20/04/2019).

Ia menambahkan, untuk pembukaan cabang ketiga ini, pihaknya menggratiskan jasa laundry tersebut selama 3 hari. Hal ini sebagai trial untuk menggaet pelanggan baru.

“Untuk masa promo, usai melewati 3 hari trial, pada 22 hingga 30 April 2019 kami membanderol Rp 10.000 per 7 kg. Sedangkan, untuk tarif normalnya Rp 20.000 per 7 kg,” ucap Glory.

Di setiap outlet, lanjutnya, nilai total investasi Glory Go Laundry mencapai Rp 400 hingga Rp 500 juta berikut biaya sewa dan lainnya.

“Modal Rp 400 hingga Rp 500 juta tersebut itu nilai investasi total bersihnya. Dan untuk mesin cucinya, satu unit harganya mencapai Rp 65 juta,” imbuhnya.

Adanya jumlah investasi dan omset tersebut, Gloria Go Laundry berencana memberanikan diri membuka outlet baru di setiap dua bulan.

Untuk kapasitas mesin cuci, setiap unit mampu menanggung beban maksimal 7kg. Di setiap pencucian, memakan waktu 26 hingga 30 menit, sedangkan untuk pengering mencapai 45 menit. Kesemuanya menggunakan sistem self service (layanan perindividu), terkecuali cabang di Dukuh Kupang Surabaya yang menggunakan sistem layanan drop off (menggunakan operator).@Eld-Licom

Foto: Gloria Charity, Founder Glory Go Laundry saat membantu konsumen cara menggunakan mesin cuci jasa laundrynya. Eld