Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
JKSN minta masyarkat tak mudah percaya kabar Jokowi-Ma’ruf kalah di Jatim
Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) pers konferens di Posko JKSN di Jalan Diponegoro Surabaya, Sabtu (20/04/2019). FOTO: sarifa-LICOM
HEADLINE DEMOKRASI

JKSN minta masyarkat tak mudah percaya kabar Jokowi-Ma’ruf kalah di Jatim 

LENSAINDONESIA.COM: Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) berharap proses pelaksanaan Pemilu 2019 berjalan lancar dan damai hingga penetapan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI pada 22 Mei mendatang.

Ketua Umum JKSN M. Roziqi mengimbau masyarakat, kiai dan santri di Jawa Timur menunggu hasil resmi yaitu real count oleh KPU. Tak hanya itu, masyarakat dikinta tak mudah percaya dengan kabar yang menyatakan pasangan Capres-Cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin kalah di Jawa Timur.

“Ada yang menyatakan di Jatim paslon 01 kalah, perolehannya tidak sesuai quick count. Kami imbau masyarakat Jatim tidak cepat percaya. Mari kita tabayun, sabar, menunggu hasil KPU pada 22 Mei. Mudah-mudahan real count KPU tidak jauh berbeda dengan quick count,” kata Roziqi ditemui LICOM di Posko JKSN di Jalan Diponegoro Surabaya, Sabtu (20/04/2019).

Mantan Ketua Tim Sukses pasangan Gubernur-Wagub Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak pada Pilgub 2018 itu juga mengajak semua pihak pendukung pasangan calon agar kembali bersatu kembali.

“Perbedaan pilihan di Pilres jangan sampai merusak hubungan antaranak bangsa. Konstelasi politik sudah selesai, saatnya kembali bersatu. Mari kita tinggalkan dan lupakan Pilpres, sudah saatnya membangun kembali bangsa ini,” cetus dia.

Sementara, Sekjen JKSN Zahrul Azhar Asumta (Gus Han) juga mengingatkan masyarakat agar tidak cepat terpengaruh kabar atau informasi yang bertujuan mendelegitimasi KPU sebagai lembaga resmi penyelenggara Pemilu 2019.

“Kami tidak ingin ada overacting, kemudian dengan melebihi kapasitasnya merespons hasil pemilu ini sehingga akan mendelegitimasi hasil keputusan KPU,” ujar Gus Han.

Pengasuh Ponpes Queen Al Azhar Darul Ulum Jombang itu menuding upaya sejumlah oknum yang berupaya mendelegitimasi KPU ini justru bukan berasal dari pasangan calon presiden dan wakil presiden atau tim suksesnya.

Baca Juga:  Karyono Wibowo: Pelantikan Jokowi akan berjalan mulus

“Bisa jadi bukan oleh orangnya nomor 01 dan nomor 02, tapi dari orang-orang yang tidak menghendaki sistem demokrasi di Indonesia,” tandasnya.@sarifa