Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Jumlah korban tewas bom Sri Lanka bertambah jadi 156 orang, 35 diantaranya WNA
Para rohaniawan di depan gereja St Anthony di Kochchikade, salah-satu gereja yang menjadi target serangan. FOTO: reuters
ASIA

Jumlah korban tewas bom Sri Lanka bertambah jadi 156 orang, 35 diantaranya WNA 

LENSAINDONESIA.COM: Jumlah korban tewas serangan bom di tiga hotel dan tiga gereja di ibu kota Sri Lanka dan sekitarnya pada Minggu 21 April 2019 saat umat Kristen merayakan Paskah, bertambah menjadi 156 orang.

Dari 156 korban tersebut, 35 orang diantaranya adalah warga negara asing (WNA). Meski begitu sampai saat ini belum ada laporan bahwa warga negara Indonesia turut menjadi korban dalam peristiwa itu.

Dilansir dari laman AFP, Perdana Menteri Sri Lanka Ranil Wickremesinghe mengutuk ledakan ini sebagai serangan “pengecut” dan menegaskan pihaknya sedang berusaha keras untuk “mengatasi situasi” terkini.

Sejumlah foto di media sosial memperlihatkan kondisi kerusakan di satu dari tiga gereja yang diguncang ledakan saat peringatan Hari Raya Paskah 2019. Sebagian besar bagian atap gereja tersebut roboh terkena imbas ledakan. Puing-puing bangku juga terlihat memenuhi lantai gereja.

Sampai saat ini belum diketahui apakah ledakan tersebut berasal dari bom atau sumber lain. Saat ini juga belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas ledakan.

Namun sejumlah dokumen yang dilihat AFP memperlihatkan bahwa Kepala Kepolisian Sri Lanka Pujuth Jayasundara mengeluarkan peringatan intelijen kepada para bawahannya 10 hari lalu. Dalam dokumen diingatkan adanya potensi serangan bom bunuh diri ke “beberapa gereja ternama.”

“Sebuah agensi intelijen asing telah melaporkan bahwa NTJ (National Thowheeth Jama’ath) berencana melancarkan serangan bom bunuh diri di beberapa gereja dan juga komisi tinggi India di Colombo,” bunyi peringatan tersebut.

NTJ adalah grup ekstremis di Sri Lanka yang dikait-kaitkan dengan perusakan sejumlah patung Buddha tahun lalu.

Ledakan pertama dilaporkan terjadi di St Antony’s Shrine, sebuah gereja ternama umat Katolik di Colombo. Sementara ledakan kedua terjadi di St Sebastian’s Church, sebuah gereja di kota Negombo.

Baca Juga:  Istri chek in di hotel dengan oknum perwira polisi, suami lapor Polrestabes Surabaya

Tidak lama berselang, polisi mengonfirmasi bahwa gereja ketiga di kota Batticaloa juga diguncang bom. Tiga hotel di wilayah ibu kota juga terkena bom di waktu yang hampir bersamaan.

Sejumlah sumber dari rumah sakit di Sri Lanka menyebut 35 warga asing itu meliputi negara Inggris, Belanda dan Amerika Serikat. Sementara dari deretan korban luka ada yang berasal dari Inggris dan Jepang.

Sedikitnya salah satu korban tewas berasal dari Cinnamon Grand Hotel yang berlokasi di dekat kediaman PM Sri lanka. Seorang staf hotel mengatakan ledakan juga merusak sebuah restoran. Restoran di Shangri-La Hotel juga rusak terkena ledakan.@LI-13

 

CAPTION: 
Para rohaniawan di depan gereja St Anthony di Kochchikade, salah-satu gereja yang menjadi target serangan. FOTO: reuters